Senin, 28 Maret 2016

Cerita Sex 2016: Terjebak Dalam Angan

Orisex web dewasa yang berisikan cerita sex hot 2016, Foto Hot 2016, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru - Cerita Sex 2016: Terjebak Dalam Angan

Cerita Sex Selingkuh
Cerita Sex 2016: Terjebak Dalam Angan - Ist

Sex Hot 2016 | Namaku Desyantri, menurut teman-teman aku mempunyai wajah cantik, alis mata tipis dengan mata indah dan jernih yang dilindungi oleh bulu lentik, hidung tergolong mancung dan bagus, bibir tipis, mungil merah alami serasi dengan bentuk wajah. Kulit kuning langsat mulus dan terawat.

Sejak dua bulan yang lalu, aku tinggal bersama keluarga Om Benny yang masih saudara sepupu Mama, karena orang tuaku pindah tugas ke luar negeri untuk jangka 2 tahun. Usia aku 16 tahun, aku mempunyai tinggi 157 cm, dengan berat sekitar 40 kg, yah kadang sifatku memang kekanakan.

Om Benny dan istrinya Tante Tina punya seorang anak laki-laki, Didit yang berusia 4 tahun. Mereka tidak punya pembantu, setiap hari anaknya dibawa dan di titipkan pada kelompok bermain yang terletak di dekat tempat kerja Tante Tina. Tante Tina sendiri adalah seorang wanita yang manis dan tampak lesung pipitnya ketika tersenyum, badannya masih langsing walaupun sudah punya anak. Sedangkan Om Benny berumur kira-kira 35 tahun, berkulit coklat dan ganteng, sangat menyayangi keluarganya. Meraka adalah keluarga yang harmonis. Aku merasa betah tinggal di rumah mereka, karena telah di anggap sebagai keluarga sendiri.

Om Benny mempunyai sebuah rumah mungil dengan tiga buah kamar, Aku menempati kamar paling depan dan menghadap ke jalan, suasananya nikmat. Om Benny dan istrinya menempati ruang tengah yang mempunyai kamar mandi sendiri, ada juga sebuah pintu yang menghubungkan ke kamar belakang di mana Didit biasa tidur. Ruang tamu dan ruang keluarganya cukup besar. Aku biasa menggunakan kamar mandi yang terletak di belakang dekat dapur. Bila hari libur mereka jalan-jalan dan rekreasi bersama, Aku selalu diajak, suasananya menjadi semakin menyenangkan.

Suatu malam, tidak sengaja aku terbangun mendengar suara rintihan dan dengusan nafas yang memburu dari kamar sebelah, suara itu makin lama makin keras. Aku melihat ke arah lubang angin di atas meja belajar, lampu di kamar sebelah masih kelihatan terang. Hatiku diliputi rasa penasaran, pelan-pelan aku bangun dan mematikan lampu kamar, dengan hati-hati mengendap naik di atas meja belajar, aku agak membungkuk untuk bisa melihat ke kamar sebelah melalui lubang yang cukup besar.

Aku kaget melihat adegan yang terjadi di kamar sebelah, sampai hampir jatuh, tapi untung cepat sadar. Aku melihat Om Benny sedang bergumul dengan istrinya tanpa mengenakan selembar pakaian. Semula aku ingin mengurungkan niat untuk melihat perbuatan mereka, karena rasa ingin tahuku besar dan merasa penasaran, aku kembali mengintip mereka.

Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, tapi aku mulai tertegun saat Om Benny bertumpu dengan lututnya yang kebetulan menghadap ke arahku, aku semakin tegang dan terbelalak melihat titit Om Benny berdiri tegang dan besar di antara kedua pahanya, sebelumnya aku tidak pernah melihatnya, sangat berbeda dengan kepunyaan Didit yang masih kecil, tengkukku mulai merinding, badanku terasa panas, tapi mataku masih terus menatapnya.

Om Benny mulai berada di atas badan Tante Tina dengan burung yang masih tegak berdiri. Sambil bertumpu pada lutut dan sikunya bibir mereka saling melumat, mencium, dan kadang menjelajahi seluruh tubuh.

" Kak.., ahh.., terus ssts.., ahh.., Uhh", Tante Tina merintih-rintih seperti kenikmatan.

Aku semakin tegang dan mulai panas dingin melihatnya,

"Kak.., ahh, terus ssts.., ahh.., uhh.., aah".

Aku yang melihat adegen itu, tanpa sadar mulai memegang dan mengelus elus tetekku sendiri, merasa nikmat, tapi tidak berani bersuara. vaginaku terasa membasah, aku baru sadar kalau berahiku mulai bangkit.

Tante Tina membimbing burung itu ke vaginanya, dan terlihat masuk,

"Uhh.., aahh", tapi Benny malah memainkan ujung burungnya keluar masuk lubang vaginanya,
"Ooohh Kak masukkan, aahh", terdengar rintih kenikmatan,
"Aduuhh.., aahh", tangannya mencengkeram bahu Om Benny.

Kemudian burungnya masuk lagi,

"Ahh.., Ohh", dan Tante Tina mulai menggelinjang dan mengimbangi gerakannya sambil mendekap pinggangnya,
" Mas.., ahh, terus Mas.., ahh.., Uhh", burungnya terus menghunjam semakin dalam. Ditarik lagi,
 "Aahh" dan masuk lagi,
"Mas.., ahh, terus Mas.., ahh.., Uhh". vaginaku sendiri makin basah dan terasa geli.

Sampai suatu badannya bergeter getar dan mengejang, dan

"Aahh.., oohh.., aahh" Tante Tina terkulai dengan senyumnya, di susul dengan lenguhan panjang Om Benny. Kemudian mereka rebah telentang kecapaian.

Melihat adegen itu kepalaku berdenyut, aku berusaha turun pelan-pelan dari atas meja. Semalaman aku tidak bisa tidur membayangkan adegan yang baru kulihat. Aku bayangkan sedang bergumul dengan Om Benny yang mencumbu dan memberikan kenikmatan. Menjelang pagi aku baru bisa tidur karena kelelahan.

Hari-hari berikutnya bila sedang melamun aku selalu membayangkan sosok Om Benny yang atletis itu mencumbuku, kadang aku membandingkan dengan teman-teman laki-lakiku, tapi tak ada satupun sosok temanku yang mampu menggantikan sosok Om Benny. Beberapa malam aku selalu menantikan suara-suara dari kamar sebelah, dan tidak pernah melewatkan kesempatan untuk melihat adegan yang sedang berlangsung, seperti ketagihan fantasiku melayang membayangkan diriku yang melakukan hal itu.

Aku mulai sering mencuri pandang untuk menatap dan menelusuri tubuh Om Benny dari ujung kepala sampai ujung kaki, tapi tidak berani memperlihatkannya secara langsung, karena takut Tante Tina mengetahui perbuatanku. Aku sangat penasaran terhadap benda yang selalu menonjol di balik celana laki-laki itu, rasanya benar-benar ingin melihatnya dari dekat, bukan samar-samar seperti saat mengintip. Hubungan mereka masih terasa harmonis seperti biasanya.

Pagi itu hari Minggu tanggal 16 Juli 2000, Om Benny mengantarkan istri dan anaknya ke Bandara, mengejar penerbangan pertama ke Surabaya, untuk menjenguk ayah Tante Tina yang sedang sakit, sesuai rencana yang mereka bicarakan sejak beberapa hari yang lalu. Tante Tina tidak akan lama di Surabaya, esok harinya sudah kembali ke Jakarta.

Aku bangun agak siang hari itu, malas bangun karena sendirian di rumah. Dengan mata yang masih mengantuk aku mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi, mumpung rumah sepi aku ingin melulur tubuhku. Setelah menggantungkan handuk, aku mulai membuka baju tidur melalui kepala, selintas terlihat tetekku menonjol kencang di atas dada yang tidak tertutup Bra. Sejenak aku melihat ke arah tonjolan itu.

Aku merasa bangga mempunyai buah dada yang indah, putingnya masih kecil dan berwarna coklat kemerahan, selenak aku melamun, alangkah senangnya seandainya Om Benny mengelus kagum tetekku, kemudian kutarik celana dalam putih itu perlahan melalui pahaku yang mulus dan betis yang indah. Saat berdiri terlihat bulu-bulu lembut kemerahan tumbuh menghiasi perut bagian bawah, bulu-bulu itu belum begitu lebat, karena masih ada bulu-bulu kecil yang sedang tumbuh.

Rambutku yang berpotongan pendek itu kututup dengan plastik penutup kepala, baru dikeramas kemarin sore, takut basah. Terasa segar saat air yang sejuk itu mengguyur badanku berkali-kali, aku kemudian mulai menggosok sekujur tubuh dengan perlahan sehingga yakin benar-benar bersih. Kukagumi sendiri lekuk-lekuk tubuh yang indah itu, aku bangga dengan bentuk tubuh yang kumiliki, sambil terus melulur, kadang membayangkannya tangan Om Benny menelusuri tubuhku.

Selesai lulur aku membilasnya dengan sabun mandi yang beraroma wangi, sampai tubuhku menjadi begitu halus dan wangi. Saat akan selesai aku mendengar bunyi telepon berdering, buru-buru kubasuh badan hingga bersih. Telepon terus berdering, Aku buru-buru menarik handuk, sampai baju tidurku jatuh dan basah, setelah melilitkan handuk seadanya ke tubuhku yang masih basah, aku keluar dari kamar mandi, tidak ada orang pikirku. Aku akan menuju telepon di ruang tamu, tapi baru ingat kalau hanya mengenakan handuk, malu bila saat mengangkat telepon ada orang yang melihat dari arah jalan, maka aku buru-buru masuk ke kamar Om Benny, pintu kamar kubuka dan terlihat kamar itu kosong, aku masuk, menutup dan mengunci pintu itu sendiri, lalu menuju ke arah telepon di samping ranjang.

"Hallo!", aku membungkuk sehingga tak terasa pantatku tersingkap, mencoba menjawab telepon itu, tapi keburu terputus.

 Kututup lagi telepon itu. Pantatku kembali terlihat.

 " Ahh!", aku tekejut saat membalikkan badan, tak disangka Om Benny sudah pulang dan berdiri di belakangku hanya menggunakan celana dalam keluar dari kamar mandi yang ada dalam kamarnya, badanku sampai gemetar karena kagetnya, sekaligus terpesona melihat tubuh Om Benny yang bagus, dada bidang itu seolah-olah seperti magnit yang menarik diriku, membuatku hanya berdiri mematung, aku tak kuasa melihat tatapan Om Benny, aku menunduk, tapi aku semakin terkejut saat melihat benda di balik celana itu bergerak makin besar, entahlah aku menjadi terpesona dan diam saja saat Om Benny menghampiriku.

Selain kaget, malu dan terpesona, ada terselip keinginan untuk mengetahui sampai di mana keberanian laki-laki ini. Tapi

 "..ahh" gila pikirku, karena jantungku terasa berdenyut kencang, hingga tak sadar aku malah menutup mata.

Tiba-tiba kurasakan tangan Benny mengelus pundak dengan lembut, sejenak anganku melayang terbayang adegen yang pernah kulihat. Dengusan udara hangat menerpa wajahku. Darah mudaku malah terasa meletup-letup, seakan aku tak kuasa menolak dan diam saja saat daguku diangkat, hembusan nafas hangatnya mulai menerpa wajahku, degup jantungku semakin kencang, membuatku tak berdaya saat bibirku merasakan hangatnya bibir Om Benny yang lembut dan tubuhku semakin menggigil saat hidungku mencium bau parfum yang dikenakan Om Benny.

"Ohh" aku ingin meronta, tapi hanya desahanku saja yang keluar, perasaanku tak karuan "..oohh".

Aku hanya bisa terdiam saja, dia terus mengulum bibirku, membuat sedotan-sedotan kecil, dan menggelitik ujung bibir mungilku dengan hangat. Diperlakukan seperti itu aku semakin menggigil dan hanya mampu mendesah desah,

"Ahh.., Oohh.., Jangan nakal Mas", pintaku.

Aku belum pernah merasakan hal seperti ini. Tapi lama kelamaan ciumannya terasa hangat dan menimbulkan rasa geli yang nikmat, sehingga akhirnya aku membalas dan mengimbang ciumannya sekali sekali. Perasaanku melayang ringan dan nyaman.

Om Benny makin berani menyusupkan tangannya ke pantatku yang tidak terlidung itu,

"aahh!", aku kaget sejenak dan berusaha menghalangi tangannya, tapi aku ternyata hanya sanggup memegangnya saja, ada perasaan tidak rela untuk mengakhiri perasaan nikmat ini. Makin lama elusan-elusan lembut dipantatku itu menimbulkan perasaan nikmat yang lain.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk membalas lumatan-lumatannya, detak jantungku semakin bertalu-talu dan badanku semakin bergetar, rasa maluku memudar, sambil merintih rintih,

"Ooom.., ahh.., ahh.., Uhh", vaginaku mulai terasa basah dan terasa geli tapi nikmat, "Ohh.."

Tangan Om Benny yang satu lagi mulai menyusup di antara ketiakku, mau tak mau kedua tanganku menjadi terangkat,

"Ahh.., Omm.., ahh.., uuhh", akal sehatku entah melayang ke mana, kini tangan Om Benny lebih bebas menelusuri tubuhku, tangan kiri menopang punggung, tangan kanannya terus mengelus bagian-bagian yang sensitif di pantat, ini membuat perasaanku makin melambung,
"Ssst.., ahh". Kemudian tangannya bergerak naik, hingga handuknya makin terangkat ke atas, badanku serasa lemas tak berdaya, ketika kaki kiri Om Benny dinaikkan dan mendudukkanku di atas tempat tidur.

Kakinya terasa hangat di punggung, dia tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk berfikir sehat, Sambil terus melumat bibir, ujung jari tangan kanannya beralih mengelus pahaku naik pelan ke arah pangkal paha, kepalang tanggung tubuh bagian bawahku tidak tertutup apa-apa, membuat dada ini makin berdegup dan serasa darahku mendesir, membuatku kembali merintih-rintih nikmat,

"Ahh.., ahh.., uhh", sebelum mencapai pangkal paha jarinya bergerak turun lagi, karena geli aku kembali merintih.

Tanpa menyentuh vaginaku yang mulai basah karena birahiku mulai bangkit, tangan kanan Om Benny terus naik dan meremas-remas lembut tetekku yang masih tertutup handuk,

"Ahh.., Omm.., ahh.., Uhh", aku semakin merintih rintih nikmat, perlahan tangan Benny mulai membuka handuk dari atas dadaku dan tanpa malu lagi kubiarkan hingga terbuka, tetekku menyembul diantara handuk yang tersingkap tanpa ada perlawanan sedikitpun.

Kurasakan udara hangat di telinga,

"Kamu benar-benar gadis yang cantik, dan telah tumbuh dewasa Des, tubuhmu begitu indah", gumamnya lirih, membuat tubuhku makin bergetar dan nafasnya sesak menahan gejolak di dada mendengar pujian itu, kemudian Om Benny menarik kakinya dan merebahkanku di tempat tidur, Akupun mulai merasa sayang untuk menolak,
"..ahh", aku mendesah kecil tanpa disadari.

Om Benny kelihatannya tahu gejolak birahiku semakin membara. Tangannya mengusap lembut dari telinga turun ke leher, mengusap lembut buah dadanya yang terbuka dan sebaliknya beberapa kali. Aku merasa terbuai seakan anganku melambung, aku kembali pasrah saja saat Om Benny mengulum bibir dengan lembut dan hangat, ada perasaan di hati untuk terus menikmati belaian belaian lembut itu.

"Ja.. jangan Om.., ahh", kedua tanganku serasa lumpuh dan tidak berusaha menahan tangan Om Benny yang kemudian merenggut handuk itu serta melemparnya ke sisi ranjang, sekilas kulihat mata Om Benny menyapu ke seluruh tubuh bugilku.

Aku menggelinjang-gelinjang geli dan nikmat saat jemari itu menari dan mengusap lembut di atas buah dadaku yang mulai berkembang lembut dan putih, seraya terus berpagutan, perasaan nikmat, geli dan anganku melambung kembali saat jemari itu mempermainkan puting susu yang masih kecil dan kemerahan itu.
"Omm.., aahh.., uuhh.., ahh", birahiku makin memuncak, "..ngghh..", vaginaku semakin basah. Tanpa sadar kepalanya makin kudekap.

Perasaannya melambung kembali ketika dirasakan buah dadaku kembali di cium, dijilati dan diisap lembut.

"Uuuhh" sehingga dia makin mendekap kepala Om Benny, vaginaku makin basah, dan membuatnya semakin memuncak.
"Om.., ahh, terus.., ahh.., sst.., Uhh", Aku terus merintih rintih nikmat, semetara Om Benny terus memainkan buah dadaku.
"Omm.., Aahh", Om Benny tidak mempedulikan rintihanku, bahkan mulai membuka celana dalamnya sendiri. Aku melihat sesuatu menonjol keluar, aku kaget, malu, tapi ingin tahu,
"..aahh". Aku makin terpana ketika melihat tubuh bugilnya.

Burung itu berdiri dengan tegak dan gagah dan panjang, bentuknya sungguh menawan dengan ujung bulat dan bersih. Melihat burung itu dadaku bagai diketuk-ketuk dengan palu.

Aku mulai merapatkan kaki, ada perasaan risih sesaat kemudian hilang berganti dengan nafsu yang kembali melambung. "Ahh..", dia diam saja saat dia kembali mengulum bibir dan nafasku seperti sesak menahan gejolak birahi, saat tanganku dibimbing ke bawah, di antara pangkal paha laki-laki itu, aku hanya menurut saja karena tidak kuasa menolak, kurasakannya sesuatu yang keras bulat, hangat dan panjang, Aku sempat sejenak mengelus-elus benda itu karena keingintahuanku, tapi kemudian perasaan malu muncul, kaget.

Tapi,

"Aahh" aku tak sempat berfikir lain, Om Benny tidak memberi kesempatan sedikitpun padaku, ketika puting tetekku yang mungil mulai berdiri tegak dan mengencang dihisap kecil dan dilumat, vaginaku terasa makin geli dan makin basah, dan membuat birahiku memuncak.
"Ahh.., ahh.., teruus.., ahh.., ohh", sambil terus memainkan putingku, tangan Om Benny terus menari naik turun antara lutut paha sampai pangkal paha yang putih mulus, tanpa sadar karena kenikmatan pangkal pahaku mulai membuka kembali perlahan, dia mengusap-usap lembut di bawah pusar yang mulai ditumbuhi rambut, pangkal paha, dan pantat.
"Truuss.., aahh.., Uuuhh", karena kegelian yang nikmat aku mulai membuka paha makin lebar, jari Om Benny yang nakal mulai menyusup dan mengelus bibir vaginaku, birahiku memuncak sampai kepala
"Om nikmat.., ahh.., terus ahh.., Ohh". Aku menggelinjang dan berahiku makin membara serasa melayang. "Ahh.., teruuss.., Ooohh".

Om menempatkan kakinya di antara kedua pahaku perlahan dan aku sudah tidak peduli lagi akibat kepala ini dipenuhi gejolak birahi, bahkan sesekali aku mengangkat pantat mengimbangi elusan lembut di bibir vagina yang basah.

"Om.., ahh.., terus Om, ahh.., Uhh".

Vaginaku yang basah terasa geli dan gatal yang nikmat sampai ujung kepala. Aku kagum melihat burung itu berdiri tegak dengan gagahnya, sedangkan vaginaku semakin geli dan gatal, aku tidak peduli lagi apa yang akan terjadi dengan keperawananku, aku telentang dan mulai mulai membuka lebar-lebar pahaku.

Aku makin tertegun saat Om Benny berada di atasku dengan burung yang tegak berdiri. Sambil bertumpu pada lutut dan sikunya, bibir Benny melumat, mencium, dan kadang menggigit kecil menjelajahi seluruh tubuh yang sensitif. Kuluman di puting yang disertai dengan gesekan-gesekan ujung burung ke bibir vagina tampaknya dilakukan dengan hati-hati, makin membasah membuat nikmat tersendiri.

"Omm.., ahh.., terus ssts.., ahh.., uhh", aku makin memuncak sampai kepala terasa kesemutan, kupegang burungnya.
"Ahh.." terasa hangat dan kencang.

Vaginaku semakin basah geli dan gatal yang nikmat sampai ujung kepala, "aahh".

Aku tak tahan lagi, kubimbing dan kuusap-usapkan ujung burung itu ke lubang vaginaku, aku menginginkan burung itu masuk ke lubang dan merojok vaginaku yang sudah terasa sangat geli dan gatal, "Uhh.., aahh", sambil merintih rintih. Dan dia mulai memainkan ujung burungnya sampai menyenggol-nyenggol selaput daraku. "Ooohh masukkan aahh".

Setelah beberapa saat, dengan hati-hati dan pelan-pelan ujung burung yang keras, hangat tapi lembut itu mulai masuk dan menembus selaput daraku, hatiku berdesir,

"aahh", aku mengejang saat selaput dara itu robek ditembus benda yang besar dan keras itu, tidak sakit, mungkin karena birahiku telah memuncak, bahkan nikmat, burungnya terasa terus masuk perlahan sampai setengahnya, ditarik pelan-pelan dengan hati-hati.
"Ahh..", terasa asing tapi menyenangkan.

Om Benny tidak mau terburu-buru karena dia tidak menginginkan lubang vagina yang masih agak seret itu menjadi sakit karena belum terbiasa dan belum elastis, burungnya masuk lagi setengah,

"Ahh.., Ohh..", kali ini aku benar-benar melambung, aku hanya merasakan nikmat kegelian yang memuncak saat kurasakan burung itu keluar masuk merojok vagina, dan aku mulai menggelinjang, mengimbangi gerakan-gerakan Om Benny sambil mendekap pinggang, pangkal pahanya kubuka lebar-lebar.
"Omm.., ahh.., terus.., ahh.., Uhh", burungnya terus menghunjam semakin dalam dan leluasa.

Ditarik lagi,

"Aahh.." dan masuk lagi, lubang vagina itu makin lama makin mengembang, hingga burung itu masuk sampai mencapai pangkalnya beberapa kali.

Aku merasakan nikmat yang memuncak di kepala, perasaan melayang di awan-awan, semakin lama aku menahan gejolak birahi, tubuhku semakin bergetar-getar dan makin mengejang, dan sampai tak dapat tertahankan lagi,

"aahh.., oohh.., uuhh", vaginaku berdenyut-denyut melepas nikmat, perasaan ini serasa lega dan tersirat rasa senang, dan tubuhku lemas, karena telah mencapai puncak orgasme. Ada perasaan bangga yang menyelimuti dirinya.

Om Benny kini semakin cepat merojok keluar masuk lubang vaginaku,

"Ahh.., terus ahh..", aku kembali merasakan nikmat yang memuncak. Badanku kembali bergetar dan mengejang, begitu juga dengan Om Benny.
"Ahh.., Ooohh.., Ohh.., aahh!", terasa sesuatu menyembur hangat ke dalam vagina yang masih berdenyut nikmat.

Om Benny mengeluarkan burungnya yang terpercik darah perawanku dan cairan bening, dia berbaring di sebelahku, memeluk dan mengusap kepala, aku merasa impianku jadi kenyataan, merasa aman dan nyaman, tidak ada perasaan menyesal kehilangan keperawanan, apalah gunanya keperawanan dibandingkan kenikmatan yang diberikan Om Benny barusan dan aku tidak ingin merusak keluarganya yang harmonis, aku cukup puas bila Om Benny tetap memperhatikanku.

Aku tidak mau menuntut tanggung jawab, karena semua kulakukan dengan rela. Kemudian dia tersenyum puas dan aku merebahkan kepala di atas dada laki-laki yang telah memberi kenikmatan sampai aku tertidur pulas.

Sejak saat itu aku menjadi semakin ketagihan, kami selalu meluangkan waktu, baik di rumah atau di penginapan sepulang sekolah, tanpa setahu Tante Tina tentunya.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru  sex foto hot 2016  

Minggu, 27 Maret 2016

Foto Hot 2016: Memek Merah Merekah

Foto Hot 2016: Memek Merah Merekah | Memek Tante Becek Hot | Foto bugil hot tante, abg, bispak berjilbab terbaru hot | tante hobi pamer memeknya | memek tante rambut lebat siap di entot | cerita sex 2016 tante






Foto Hot 2016: Selfie Pamer Memek Gundul

Foto Hot 2016: Selfie Pamer Memek Gundul | ABG Selfie Bugil Di Kamar | ABG Nungging Pengen Ngentot | ABG Bispak Memek Mulus Gundul | ABG Sangek Telanjang Hot | Cerita Sex ABG Bispak | foto Bugil Cewek Nganagkang | foto depan cermin memeknya mulus dan toketnya sekepal hot banget bikin ngeces dan cenggur yang liat pasti pungin onani



Cerita Sex 2016: Aib Keluarga

Orisex web dewasa yang berisikan cerita sex hot 2016, Foto Hot 2016, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru - Cerita Sex 2016: Aib Keluarga

Cerita Sex 2016: Aib Keluarga - Ist

Sex Foto Hot 2016 | Berikut akan saya ceritakan satu cerita nyata yang cukup membuat malu keluarga besar saya. Kejadiannya terjadi sekitar 6 tahun yang lalu. Ini adalah kisah affair antara saudara sepupu saya dengan salah satu tante saya juga yang sudah berkeluarga.

Sengaja saya samarkan nama-nama yang terlibat dalam cerita saya ini karena sangat banyak saudara-saudara saya yang lain serta teman-teman atau tetangga di lingkungan rumah keluarga besar yang menyukai situs orisex.com ini. Sehingga saya khawatir nama baik saudara-saudara saya yang sudah mulai normal akan kembali terkuak bila mengetahui cerita tentang siapa dalam kisah yang akan saya ceritakan ini..

Sebetulnya cerita detail antara sepupu dengan tante saya tersebut saya tidak tahu pasti, karena itu adalah rahasia mereka berdua. Ada beberapa bagian adalah rekaan saya sendiri. Tapi secara garis besar, cerita saya ini benar-benar mengikuti peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Di salah satu sudut kota Bandung, berdiri cukup megah sebuah rumah yang sangat besar. Di dalamnya tinggal beberapa orang yang saling terikat hubungan keluarga. Mereka adalah kakek dan nenek, kita panggil saja mereka demikian, lalu keluarga Irwan, anak tertua, dan keluarga Detty, anak ketiga, serta keluarga Nani, anak bungsu. Kakek dan nenek sebetulnya mempunyai 6 orang anak. Hanya saja karena tiga anak yang lain kebetulan mempunyai rejeki yang agak mendingan dari tiga anak yang ikut tinggal sekarang, mereka bertiga bisa mempunyai rumah sendiri yang lokasinya berjauhan di daerah lain.

Irwan, 45 tahun, seorang karyawan swasta. Mempunyai istri Ida, 40 tahun. Mereka dikaruniai 2 orang anak, Ricky, 19 tahun, dan Hesti, 15 tahun. Detty, 38 tahun, mempunyai suami Marwan, 40 tahun, pegawai swasta. Dikaruniai satu anak, Rika, 17 tahun. Nani, 34 tahun, pegawai swasta, mempunyai suami, Ismu, 36 tahun. Dikarunia satu anak, Budi, 11 tahun. Kehidupan mereka berjalan normal. Hubungan mereka sebagai satu keluarga besar bisa dibilang baik. Memang sesekali terjadi konflik diantara mereka, tapi dengan segera masalah di antara mereka bisa diselesaikan dengan baik.

Nenek dan kakekpun tidak kelihatan pilih kasih kepada mereka semua. Mereka bisa bersikap adil, baik dalam hal kasih sayang maupun dalam bentuk materi. Ricky sebagai sepupu paling besar diantara mereka bisa bertindak dan berlaku tegas dalam melindungi adik-adiknya. Bahkan semua saudara sepupunya selalu bicara dan minta pendapat kepada dia bila ada masalah. Walaupun sikap Rickky kadang sangat cuek terhadap lingkungan. Ricky sangat menjaga semua adik sepupu perempuannya.

"Ki.. Aku mau minta pendapat kamu tentang cowok..." kata Rika.
"Mau nanya apaan?" kata Ricky.
"Kamu kenal si Juneadi, tidak?" tanya Rika.
"Tentu saja kenal. Anak-anak sini aku kenal semua. Emang ada apa?" tanya Ricky.
"Mm.. Dia kemarin bilang bahwa dia suka aku. Dia mau aku jadi pacar dia.. Gimana, Ki?" tanya Rika sambil menatap mata Ricky.
"Kamu suka dia, tidak?" tanya Ricky lagi.
"Dari fisik sih aku suka, tapi aku takut salah pilih..." kata Rika.
"Gini.. Bukannya aku melarang kamu untuk jalan dengan dia..." kata Ricky sambil menghisap rokoknya.
"Hanya saja yang aku tahu, Junaedi itu salah satu preman komplek sebelah. Yang lebih parah lagi, yang aku dengar katanya dia jadi pengedar juga..." lanjut Ricky.
"Aku sih terserah kamu saja.. Yang penting kamu pikir baik-baik resiko dan akibatnya nanti..." kata Ricky lagi.

Rika terdiam seperti berpikir.. Lalu Rika tersenyum kemudian dengan tiba-tiba mencium pipi Ricky.

"Terima kasih banyak.. Aku beruntung punya kakak kamu. Bisa kasih pandangan tanpa melarang sesuatu..." kata Rika sambil tersenyum manja.
"Karena aku sayang kamu..." kata Ricky sambil mencubit pipi Rika.
"Tahu tidak, mama pernah bilang bahwa kalau bisa aku cari pacar yang kayak kamu..." kata Rika.

Ricky mengerenyitkan dahinya.

"Emang tante Detty bilang apa tentang aku?" tanya Ricky penasaran.
"Mama bilang kalau kamu itu cakep, pintar, perhatian pada saudara, dan sangat melindungi adik semua.. Jangan geer kamu..." kata Rika sambil tersenyum.

Rickypun tersenyum.. Itulah salah satu bukti betapa sayangnya Ricky pada semua adiknya. Dan masih banyak lagi perhatian dan perlindungan Ricky terhadap keluarga. Keluarga besar itu sangat memuji dan membanggakan Ricky. Suatu hari keluarga besar itu sedang berkumpul membicarakan suatu masalah penting.

"Masalah ini harus segera diselesaikan..!" kata kakek.
"Tapi siapa yang harus pergi? Kita semua sibuk dengan kerjaan..." kata Irwan.
"Apa harus Bapak yang pergi sendiri? Kalian kan hanya tinggal datang ke instansi tersebut untuk menyerahkan dokumen ini!" kata kakek sambil membanting map berisi dokumen ke atas meja.
"Biar saya saja yang pergi.. Bapak sudah terlalu tua untuk pergi jauh..." kata Nani.
"Kamu kan kerja, Nan..." kata Irwan.
"Kalau begitu biar saya yang pergi. Bapak buatkan saja surat kuasa untuk saya..." kata Detty menengahi.

Kakek terdiam sambil memandangi putri ketiganya itu.

"Ya baiklah kalau begitu. Kamu yang pergi besok.. Akan Bapak buatkan surat kuasanya segera..." kata kakek.
"Tapi saya minta ada yang mengantar saya ke Garut besok. Saya tidak mau naik angkutan karena sangat makan waktu..." kata Detty.
"Ya sudah, besok Ricky harus mengantar tantemu ke Garut ya, Rik?!" kata Irwan sambil menatap anaknya yang paling besar itu.
"Iya, Pa..." kata Ricky pendek.
"Kamu pakai saja motor Papa," kata Irwan.
"Iya, Pa.. Jangan lupa STNK-nya ya, Pa," kata Ricky.

Esok paginya, Ricky dan Detty sudah siap-siap berangkat ke Garut untuk menyelesaikan masalah keluarga mereka tersebut. Singkat cerita, mereka sudah sampai di kota Garut. Dengan segera Detty menguruskan masalah yang dihadapi dengan suatu instansi. Menjelang tengah hari, Detty terlihat keluar dari kantor instansi yang dimaksud dengan muka cerah.

"Ayo kita pulang, Ki..." ajak Detty kepada Ricky yang menunggu di looby kantor.

Lalu dengan menggandeng tangan keponakannya itu, Detty dengan gembira melangkah menuju tempat parkir.

"Eh, kita kita makan siang dulu, Rik.. Tante lapar nih," kata Detty.
"Sama.. Ricky juga lapar nih. Makan dimana, tante?" kata Ricky.
"Dimana enaknya, ya..??" kata Detty sambil menatap Ricky.
"Ah, begini saja... sekalian capek, sekalian satu arah jalan pulang ke Bandung, kita ke Cipanas saja, Ki..." kata Detty.
"Memangnya tante mau mandi air panas?" kata Ricky sambil menghidupkan motornya.
"Tidak... tapi kan tempat makan disana lumayan bagus.. Bisa sambil istirahat," kata Detty sambil naik ke atas motor.

Merekapun segera pergi meninggalkan tempat itu menuju Cipanas Garut. Sesampai di Cipanas, mereka segera memesan makanan.

"Mm.. Lumayan enak, ya..." kata Detty sambil terus mengunyah makanannya.
"Iya tante..." kata Ricky.
"Juga saya suka tempat makan ini karena di depan kita ada kolam renangnya..." kata Ricky.
"Yee.. Nakal juga ya mata kamu liatin paha perempuan..." kata Detty sambil tersenyum. Ricky tertawa lebar.
"Ya lumayanlah.. Iseng-iseng berhadiah..." kata Ricky. Kini Detty yang tertawa lebar.
"Memangnya kamu lihat wanita yang berenang, suka lihat apa?" tanya Detty.

Ricky tersenyum, tak menjawab pertanyaan Detty.

"Jawab dong..." kata Detty sambil kakinya menendang pelan kaki Ricky.
"Ya lihat yang serba terbuka dong, tante..." kata Ricky cuek.
"Dasar nakal!" kata Detty sambil kembali menendang pelan kaki Ricky. Ricky tersenyum..
"Wanita dengan body seperti apa yang kamu suka, Ki?" tanya Detty.

Ricky tak menjawab, hanya menatap mata Detty sambil tetap mengunyah makanannya.

"Tidak usah malu dengan tante deh, Ki.. Bicara bebas saja dengan tante," kate Detty.
"Saya suka wanita dengan tubuh bagus seperti wanita itu tuh..." kata Ricky sambil menunjuk seorang wanita muda yang sedang berenang. Tubuhnya memang bagus dan mulus.
"Bagus amat selera kamu," kata Detty sambil tersenyum.
"Kalau dengan wanita yang sudah berumur, bagaimana?" kata Detty sambil menatap Ricky.
"Mm.. Saya tidak tahu," kata Ricky sambil tetap mengunyah makanannya.
"Saya belum pernah melihat tubuh wanita yang sudah berumur..." kata Ricky lagi cuek. Detty diam.
"Kalau menurut kamu, tante masih menarik tidak?" kata Detty serius.

Ricky diam sambil menatap Detty.

"Ayolah jawab jujur, Ki.. Biar tante tahu kekurangan tante apa..." kata Detty lagi.

Ricky tetap diam sambil menatap mata Detty.
"Tante sangat cantik.. Tubuh tante dari luar lumayan bagus..." kata Ricky serius. Detty terdiam.
"Maksud kamu dengan lumayan bagus apa?" tanya Detty lagi.
"Saya suka cara berpakaian tante. Modis. Itu sangat menarik," kata Ricky. Detty tersenyum.
"Kalau body tante?" tanya Detty lagi.
"Saya tidak tahu karena belum pernah lihat tubuh tante..." kata Ricky cuek.

Detty terdiam sambil lama menatap keponakannya itu..

"Kalau kamu sidah lihat body tante, kamu mau kan meberikan penilaian kamu dengan jujur?" tanya Detty.
"Ah, tante jangan bercanda.. Tidak mungkinlah..." kata Ricky sambil menghabiskan sisa makanannya di piring lalu minum. Detty tersenyum.
"Kita berendam air panas, yuk.. Sekalian mengistirahatkan badan..?" kata Detty mengagetkan perasaan Ricky.
"Ha! Tidak salah dengar nih? Masa sih kita berendam bersama? Malu dong..." kata Ricky sambil menatap Detty.
"Tidak usah malu dong, Ki.. Kita kan masih saudara. Lagian biar kamu bisa lihat body tante..." kata Detty ringan.
"Kamu nanti harus beritahu tante pendapat kamu tentang body tante..." kata Detty.
"Memangnya kita mau ngapain di dalam sana? Kan cuma berendam saja.. Yuk, ah..." kata Detty sambil bangkit lalu menarik tangan Ricky. Ricky serba salah. Tapi akhirnya Ricky menuruti kemauan Detty.

Sesampai di dalam ruangan berendam air panas, Detty tanpa ragu segera melepas seluruh pakaiannya sampai telanjang. Sementara Ricky hampir tak berkedip menatap tubuh telanjang Detty yang masih bagus walau sudah agak berumur.

"Ayo, Ki.. Buka pakaian kamu! Kita berendam bersama..." kata Detty.

Rickypun dengan malu-malu segera melepas pakaiannya.. Apalagi ketika tinggal celana dalam yang harus dibukanya. Ricky tampak malu.

"Yee.. Cepatlah buka dan masuk sini! Apakah harus tante yang bukain celana dalam kamu?" kata Detty sambil tersenyum.
"Sebentar dong..." kata Ricky sambil melepas celana dalamnya.

Ricky menutupi kontolnya yang masih sedikit ditumbuhi bulu dengan tangan, lalu masuk ke tempat berendam.

"Tidak usah malu begitu, Ki.. Biasa sajalah..." kata Detty sambil tersenyum.
"Iya tante..." kata Ricky sambil melepas tangannya yang menutupi kontol, lalu dia bersandar ke tepi kolam.
"Nah bagaimana body tante menurut kamu?" tanya Detty.
"Tubuh tante bagus..." kata Ricky pendek.
"Bagus kenapa?" tanya Detty lagi.
"Tubuh tante putih mulus.. Buah dada cukup besar.. Ramping..." kata Ricky sambil matanya turun melihat memek Detty yang ditumbuhi bulu yang tidak terlalu banyak.

Detty diam saja sambil menatap Ricky. Dibiarkannya mata keponakannya menjelajahi seluruh tubuh telanjangnya.

"Lalu apa lagi?" tanya Detty. Ricky tak menjawab.
"Saya menyukai tubuh tante.. Sexy.." kata Ricky. Detty tersenyum lebar.
"Kamu pernah memegang tubuh wanita?" tanya Detty.
"Belum.. Belum pernah..." kata Ricky sambil menatap Detty.

Detty kembali tersenyum sambil menghampiri Ricky. Hati Ricky jadi berdebar keras.. Tangan Detty lalu meraih tangan Ricky. Dibimbingnya tangan Ricky untuk menjamah buah dadanya.

"Ayo peganglah..." kata Detty.

Ricky dengan agak ragu memegang buah dada Detty. Dielusnya gundukan daging putih di dada Detty, lama-lama diremasnya buah dada Detty dengan pelan. Telunjuk Ricky mulai memainkan puting susu Detty. Detty tersenyum sambil merasakan desiran nikmat yang terasa di buah dadanya. Tak kuat menahan rasa yang ada, Detty lalu mencium bibir Ricky dengan hangat. Tangan Detty segera turun ke badan Ricky dan langsung memegang dan meremas kontol Ricky. Ricky seperti merasakan ada aliran setrum pada tubuhnya..

Tubuhnya bergetar sambil merasakan nikmatnya di remas kontol. Tanpa ragu lagi dibalasnya ciuman Detty dengan hangat pula. Tanga Ricky yang satu lagi mulai berani menyusuri tubuh Detty. Ketika mencapai pantat Detty, tangannya segera meremas pantat Detty yang bulat padat.. Kemudian segera tangannya berpindah ke depan.. Memek Detty diusap dan dielus. Jarinya segera menyusuri belahan memek Detty..

"Mmhh..." desah Detty sambil terus memagut bibir Ricky. Tak lama..
"Naik ke atas, Ki..." kata Detty.
"Duduk di pinggir kolam sini..." kata Detty lagi.

Ricky menurut. Segera dia naik ke pinggiran kolan, lalu duduk di pinggirannya. Detty langsung memegang kontol Ricky, lalu dikocoknya perlahan. Mata Ricky terpejam menahan nikmat. Tak lama mulut Detty segera melahap dan mengulum kontol Ricky sambil terus dikocok.

"Ohh.. Tantee.. Mmhh," desah Ricky sambil memegang kepala Detty.

Pinggul Rickky bergerak mengikuti hisapan dan jilatan Detty pada kontolnya. Setelah hampir beberapa belas menit Ricky diberi kenikmatan oleh mulut Detty.

Detty lalu berkata," Gantian, Ki.. Jilatin tante, ya.."

Ricky mengangguk dengan nafsu yang semakin besar. Detty segera keluar dari kolam lalu duduk di pinggi kolam. Kakinya dibuka lebar. Ricky lalu turun ke kolam, kemudian tak lama lidahnya sudah bermain di belahan memek Detty.

"Ohh.. Oohh.. Aahh..." desah Detty menahan nikmat. Pinggulnya sedikit bergoyang.
"Teruss, Kii..." desahnya lagi sambil matanya terpejam.
"Jilati ininya, Ki..." katqa Detty sambil jarinya mengusap kelentitnya. Lidah Ricky segera menjilati bagian itu.
"Ohh..." desah Detty agak keras.

Setelah beberapa menit..

"Ki, naik sini..." kata Detty sambil menelentangkan tubuhnya di lantai.

Kakinya mengangkang lebar. Ricky lalu keluar dari kolam., Kontolnya sudah sangat tegak dan keras.

"Cepat masukin sini, Ki.. Setubuhi tante..." kata Detty.

Ricky tanpa banyak cerita langsung mengangkangi tubuh Detty. Diarahkan kontolnya ke belahan memek Detty. Tangan Detty segera memegang dan menuntun kontol Ricky ke arah lubang memeknya.

"Tekan dan masukkan pelan-pelan, Ki..." bisik Detty.

Rickypun segera melakukan apa yang diminta Detty. Tak lama, bless.. Ricky merasakan suatu sensasi kenikmatan yang sangat luar biasa ketika kontolnya masuk ke memek Detty.

"Ohh..." desah Ricky.

Lalu dipompanya kontol keluar dan ke dalam memek Detty.

"Ohh.. Ohh..." keduanya mendesah bersamaan.
"Enak, Ki..?" bisik Detty.
"Enak sekali tante..." bisik Ricky sambil mengecup bibir Detty.

Setelah beberapa lama..

"Lutut saya sakit, tante..." kata Ricky sambil menghentikan gerakannya, sementara kontolnya masih menancap di dalam memek Detty.
"Kena lantai, ya?" kata Detty. Ricky mengangguk.
"Kita sambil berdiri saya, Ki..." kata Detty.

Ricky segera mencabut kontolnya lalu berdiri. Detty juga segera bangkit lalu bersender ke dinding ruangan.

"Masukan kontol kamu, Ki..." kata Detty sambil mengangkat salah satu kakinya agar kontol Ricky mudah masuk.

Rickypun segera memasukkan kontolnya. Setelah kontol Ricky masuk memeknya, Detty menurunkan kakinya lalau berdiri dengan agak berjinjit mengimbangi tinggi tubuh Ricky. Ricky langsung mengeluarmasukkan kontolnya ke memek Detty.

"Ohh.. Enak sekali, Kii..." desah Detty. Detty menggerakan pinggulnya mengimbangi gerakan kontol Ricky. Dengan saling berpelukan mereka terus bersetubuh, sampai akhirnya tubuh Ricky mengejang, gerakannya makin cepat.. Setelah itu kontol Ricky didesakan ke memek Detty semakin dalam. Lalu.. Crott! Croott! Croott! Air mani Ricky tumpah di dalam memek Detty. Tubuh Ricky bergetar keras menahan nikmat.

"Ohh.. Tantee.. Nikmaatt..." desah Ricky sambil memeluk Detty erat, sementara kontolnya masih menancap di memek Detty.

Setelah kembali berendam untuk membersihkan diri, lalu berpakaian, mereka segera pulang ke Bandung. Di sepanjang jalan pulang, Detty dengan erat memeluk tubuh Ricky sambil sesekali tangannya memegang dan meremas kontol Ricky.

"Kamu hebat, Ki..." kata Detty.
"Kapan kita bisa begituan lagi, tante?" tanya Ricky.
"Kapan saja..." kata Detty sambil tersenyum lalu memeluk tubuh Ricky erat di atas motor.

Begitulah, entah sudah berapa puluh kali Detty telah bersetubuh dengan Ricky. Baik di rumah, di motel, dimanapun tiap ada kesempatan. Sampai suatu saat.. Sebetulnya pihak keluarga sudah sering mendengar kabar dari orang kalau Detty sangat akrab dengan Ricky, bahkan terlalu akrab. Bahkan ada yang bilang banyak yang melihat mereka keluar dari motel. Tapi keluarga tetap diam karena tidak ada bukti. Pernah mereka berdua ditanya oleh keluarga mengenai berita yang keluarga dengar dari orang, tapi mereka berdua dengan keras membantah..

Dalam suatu kesempatan, di suatu motel di pusat kota Bandung, Detty dan Ricky sedang asyik memacu birahi.. Saling cium, saling jilat, saling raba, saling remas, saling hisap.. Kontol Ricky keluar masuk memek Detty memberikan sensasi kenikmatan buat keduanya. Desahan dan jeritan kecil tanda kenikamatan kerap keluar dari mulut kedua orang yang masih terikat saudara itu.

Tiba-tiba ditengah kenikmatan yang sedang mereka rasakan terdengar suara pintu motel diketuk. Lama-lama terdengar makin keras.. Lalu mereka berdua berpakaian. Ketika pintu dibuka.. Irwan, Marwan, dan Ismu berdiri di depan pintu dengan wajah sangat buas. Tanpa banyak bicara Ricky langsung dipukuli oleh Irwan sampai babak belur tanpa ampun.

Demikian juga dengan Detty, Marwan menyiksanya dengan penuh amarah. Teriakan minta ampun keduanya sudah tidak dihiraukan lagi.. Sampai akhirnya.. Marwan menceraikan Detty. Sedangkan Ricky sejak kejadian itu meninggalkan rumah sampai sekarang..

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru  sex foto hot 2016    

Cerita Sex: Vita Berdada Montok

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex: Vita Berdada Montok" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot

Cerita Sex: Vita Berdada Montok
Cerita Sex: Vita Berdada Montok - Ist

Cerita Dewasa Terbaru | Acep kali itu sudah stay di pangkalan ojek, seperti biasanya setiap sore ia selalu siap mengantar orang yang ingin ngojek. Sebenarnya Acep adalah Tukang bersih-bersih di taman kotanya, namun kalau sore dia memilih menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilannya.

Entah kenapa hari itu pria berusia 29 tahun itu tidak mendapat penumpang sama sekali, karena hari itu banyak tukang ojek lain yang lebih diminati,
 Cerita Sex Janda: Vita Berdada Montok
“Cep, hari ini bukan jatahnya ente, sabar ye”,
“Hehe, iya kali pak, mungkin bukan hari keberuntungan saya”, Acep tetap tenang saja, meski teman temannya tampak sedang asyik ngobrol sambil menghitung uang.

Setelah itu tiba tiba hujan pun tiba, teman teman Acep memilih untuk pulang.

“Cep, ente gak pulang? Hujan gini jarang yang mau ngojek”,
“Nanti aja pak, belum dapat sama sekali nih”,
“Oke dah, semangat Cep”, Lalu teman teman acep sudah pergi, kini ia sendiri di pangkalan ojek itu.

Tepat pukul Sampai malam hujan belum reda, Acep mulai putus asa, namun saat ia ingin pulang, tampak seorang Cewek yang kehujanan berlari menuju pangkalan ojek itu.
 Cerita Dewasa: Vita Berdada Montok
“Mas mas, tukang ojek kan?”,
“Iya mbak, mau ngojek?”,
“iya mas, aduh, pakai basah kuyub begini”, Acep melihat cewek itu memang sudah basah kuyub, pakaiannya yang basah itu membuat lekuk tubuh cewek itu terlihat begitu montok, belahan dadanya juga terlihat basah. “Ini mbak pakai jas hujan saya saja”,
“aduh mas, saya udah basah ini, mas aja yang pake”,
“jangan mbak, nanti mbaknya masuk angin, udah pakai saja” Lalu Cewek itu memakai jas hujan

Acep. Segera Acep menyalakan motornya, lalu diikuti cewek itu duduk di belakang, Acep merasa ada yang menempel dipunggungnya, tapi ia memilih diam saja.

“Rumahnya dimana mbak?”,
“di ****** mas”, “Oke mbak, yuk brangkat” Lalu

Acep segera berangkat menuju rumah cewek itu, meski Acep tidak memakai jas hujan.

Setelah 30 menit perjalanan, Acep sampai ditujuan, ia menuju depan rumah itu, dan menghentikan motornya. Cewek itu lalu turun dari motor Acep dan melepas jas hujan,

“huuh, maaf ya mas, masnya jadi basah kuyub gitu”,
“gak papa mbak, udah biasa”,
“Bayarnya nanti dulu mas, masuk dulu aja ya”,
“aduh ndak usah mbak, udah mala mini”,
“Pokoknya mas masuk dulu, nanti baru aku bayar ongkos ojeknya”,
“Ya udah deh mbak”. Sekarang Acep bersama cewek itu masuk kerumah itu, tampak rumahnya sepi, Acep memilih duduk dikursi plastik, karena takut sofa dirumah itu ikut basah karenanya.

“Mas, bentar ya, aku masuk dulu” Lalu cewek itu masuk kedalam, Acep berusaha menyembunyikan kedinginannya.

Beberapa menit kemudian cewek itu kembali keruang tamu, dan Acep yang basah itu jadi kaget melihat cewek itu Cuma memakai handuk yang menutupi separuh buah dada montok cewek itu, sampai kelututnya saja.

“Mas ,maaf lama, ini ada teh anget”,
“i…iya mbak…makasih”, “Mas namanya sapa?”,
“saya Acep mbak”,
”kenalin saya Vita, mas Acep asli sini?”,
“i…iya mbak”,
“Mas Acep kedinginannya? Ganti baju dulu aja gimana?”,
“Loh, emang ada baju buat cowok mbak disini?”,
“Ada, bajunya mantan suami saya, tunggu ya mas bentar”, cewek itu lalu masuk kekamarnya.

Acep cukup kaget, sepertinya ia baru menemukan perempuan yang cukup mempesona, mungkin baru saja ditinggal suaminya.
 Cerita Sex 2016: Vita Berdada Montok
“Ini mas, mas bisa ganti dikamar, saya mau mandi dulu…”,
“i...iya mbak, makasih ya” Celana pendek dan kaos dari Vita ditaruh didekat Acep, lalu cewek itu pergi kekamar mandi.

Acep menghabiskan teh hangat itu, lalu menuju kamar Vita.

Acep mulai memikirkan yang tidak tidak, apa lagi setelah masuk dikamar Vita, yang baunya harum sekali. Acep juga melihat pakaian, Bh dan celana dalam vita yang basah ditinggal berserakan diatas kasur, Entah dari mana ada pikiran mesum dari Acep untuk mengecek Bh dan celana dalam, itu, ia tau kalau ukurannya bh itu cukup besar, Acep geleng geleng saja, lalu segera berganti pakaian.

Meski setelah memakai pakaian pemberian Vita, Acep masih merasa dingin, segera ia melipat pakaiannya yang basah tadi. Tiba tiba suara air di kamar mandi sudah tidak ada, dan Vita tampak sudah kembali kekamarnya.

Acep mencium bau harum dari vita yang baru saja mandi itu, ia jadi makin malu untuk melihat cewek montok itu.

“Mas Acep udah ganti?”,
“ini…udah mbak”,
” hehe, pas banget ya, kayak suamiku dulu aja kamu…” Jgleer, Acep sempat kaget sekali.
“Emang Suaminya mbak kemana?”,
“udah cerai mas, dia selingkuh”, “aduh kasian mbak Vita”,
“hehe, mau kemana kamu cep?”,
“mau kedepan mbak, gimana ongkosnya mbak? Saya mau pulang…”,
 “Aduuh, santai dulu cep, masih hujan tuh”, “iya sih mbak, tapi kan…”,
“Udah disini aja, didepan dingin juga, loh” Lalu Acep masih bingung, ia ingin sekali mendekati tubuh indah Vita yang duduk dikasur itu, tapi ia juga malu.

Vita melihat bh dan celana dalamnya tadi sudah berpindah kesebelah Acep, ia berfikir pasti tadi Acep mengecek pakaiannya itu,

“Cep, bh dan celana dalamku disini tadi mana?” Vita pura pura tidak tau, Acep makin kaget dan malu. “aduh, itu tadi, pas acep mau ganti, jatuh kesitu mbak” Acep menunjuk kearah pakaian dalam Vita, cewek itu hanya bisa menahan tawanya.
“kok bisa sih mas?”,
“gak tau mbak, haha”,
“hehe, sini mas duduk sini” Lalu tangan Vita yang mulus itu mengajak Acep untuk duduk, tentu saja Acep menurut.
“Ongkosnya berapa sih mas?”,
“anu, 10 rebu aja deh mbak”,
 “kok murah bangeet”,
“kan udah mbak Vita sediain teh anget sama pakaian ini, hehe”,
“sama..pakaian dalamku juga ya? Haha”, Acep hanya bisa tersenyum malu malu, melihat cewek cantik itu tertawa. “aduh mas acep, dingin ya”,
 “i…iya mbak” Vita tampak mendekati Acep.
“Mas acep, mau yang anget anget lagi?”,
“Teh anget lagi mbak?”,
“yang lebih enak ini mas”,
“apa mbak?”,
“tubuhku yang anget ini” Sontak penis Acep berdiri dicelana pendek itu. “aduh mbak, yang bener?”, “iya mas, sini deh…”

Lalu tangan acep ditarik dan ditempel kan kebuah dada montok Vita, lalu digerak gerakkan mengelus buah kenyal itu.

“gimana mas?”,
“mm…iya sih… anget mbak” Lalu Vita yang menggigit bibirnya itu merebahkan dirinya dikasur, dan melepas handuknya.

Sekarang Vita sudah telanjang bulat, tubuh indahnya dilihati Acep yang menelan ludah itu, karena buah dada montok Vita tampak bergoyan goyang.

“Ini lebih anget mas” Tangan Acep diletakkan dipaha mulus Vita, Tanpa perlu dibantu, Acep sudah asyik mengelus ngelus paha cewek itu.
“mmmf….terusin mas, biar tambah anget, hehe” Acep makin bergairah menikmati tubuh Vita.

Kedua tangannya mulai asyik mengelus ngelus paha mulus itu, juga sempat berusaha membuka selangkangan Vita.

“nanti dulu itu mas, yang dalem ntar yach, mmmf….”,
“Mbak Vita, udah lama gak dipegang cowok ya?”,
“tuh tau,hehe, sini sini, perut ku minta dielus juga”, Segera tangan Acep bergerak naik keperut cewek itu, dia pijat pelan pelan, sambil merasakan dirinya makin bernafsu menikmati tubuh vita.

Tangan Acep makin naik, kini ia meremas Buah dada montok Vita dari bawah keatas, membuat cewek montok itu mendesah,

"mmmf…mantep mas… udah sering ngelus ginian yach?”,
“jarang banget malahan mbak, punya mbak gede banget sih, aku jadi seneng banget” Tangan yang asyik meremas buah kenyal itu mulai memijit puting coklat Vita, terlihat puting itu mulai mengeras karena diputar putar oleh tangan Acep.
“aaahn…mmmf….nakal mas Acep…uuuh”, Beberapa menit kemudian setelah puas meraba tubuh mulus Vita, Acep melepas semua pakaiannya.
“Aduh jadi kepanasan sekarang”,
“hehe, sini mas, naik sini dong” Karena ajakan Vita, sontak Acep menaiki tubuh Mulus Vita.

Penisnya acep sudah menempel diatas selangkangan cewek itu,

“uuuuh, kontolnya mas Acep udah tegang tuh, aku…ummm” Acep sudah langsung mencium bibir cantik Vita, Lidahnya mulai asyik berputar putar didalam.
“mmm…cup…cup…mmm..slruuuup, bales ciumanku dong cantik…” Segera Vita membalas ciuman Acep, kini Tukang ojek itu sedang bermain lidah dengan Vita.

Setelah puas, Acep berhenti, dan tangannya segera memegang paha mulus Vita, lalu ia membuka selangkangan cewek itu pelan pelan, dan Vagina basah Vita sudah terlihat memperindah pemandangan itu.

“uuuh, mas Acep udah mau ngentotin aku ya?”,
“Ya mbak Vita sih, ngajakin terus”,
“hehe, iya silahkan mas, aku mau dong dientot” Segera Acep mencium bibir vagina Vita, lidahnya mulai asyik berputar putar didalam memek basah itu, Air didalamnya juga disedot terus oleh Acep. “aaaahn…mas…uuuuf…eeiih…geli..” Kaki Vita bergerak gerak, Vita juga sibuk mendesah karena ulah Acep yang mengobok obok memeknya itu.

“slruup…seger mbak, ini enak baru yang anget anget…slruup…mmm” Vita jadi merem melek menahan kenikmatan luar biasa itu.

Setelah puas, Acep memegang penisnya, dan menempelkannya dimulut vagina Vita.

 “Mbak Vita siap ya?”,
“mmmf…iya mas”,
“Nih pasti lebih hebat dari suami kamu dulu..” Sleeb, penis itu sekarang sudah masuk didalam memek basah Vita. Penis Acep terasa diremas dinding vagina Vita, Acep mendongak keatas sambil geleng geleng,
“woooh, masih sempat mbak, asyik niih”. Penis itu perlahan digerakkan maju mundur, kini Gesekan nikmat itu dirasakan Vita, tampak tubuhnya mulai menggelinjang.
“mmmf…uuuh…aaah…ooouhh…mmmf”, suara Desahan Vita itu diiringi suara hentakan penis Acep divaginanya.

Acep mempercepat gerakannya, kini penisnya dengan cepat menabrak dan menggoyang memek nikmat Vita. Acep juga asyik meremas bagian tubuh vita dengan tangannya, buah dada dan pantat montok Vita bergantian diremas remas.

“oooh, eih eih eih…mas acep….aaahn…mmf…enak mas….oooh..hebatnya…uuuf”,
“Iya pasti, stamina Tukang ojek itu tak ada habisnya, haha” Acep makin ganas menghajar memek Vita dengan penisnya yang berdenyut denyut karena kenikmatan dinding vagina itu.

Hampir setengah jam Acep asyik ngentot tubuh Vita yang menggairahkan itu, Dia asyik meniduri cewek itu meski tau hujan diluar sudah reda.

“Mbak vita…kamu memang mempesona”,
“mmf…uuuh…makasih mas…uuuf”,
“Mas Acep udah mau keluar nih mbak…oooh”,
“Keluarin didalem mas…oooh…isi memekku dengan pejuh mu…aaaaahn!” Croot crooot crooot, Acep menumpahkan spermanya didalam vagina Vita. Setelah ia merasakan kenikmatan luar biasa itu, penisnya dicabut, lalu air bercampur sperma keluar dari memek Vita yang masih menggelinjang.

Beberapa menit kemudian Acep memeluk Vita dan menciumnya.

“Udah mbak vita, ongkos ojeknya udah kebayar, mbak vita memang enak banget dientot”,
“hehe, makasih mas Acep, udah mau nemenin aku malam ini, cupp” Lalu Vita memeluk Acep, dan mereka segera tidur bersama dikamar itu tanpa berpakaian.

Esok paginya, Acep bangun, ia cukup kaget, karena penisnya yang tegang itu sedang asyik diemut dan dijilati oleh Vita,

“mmmf…slruup..mmf..pagi mas Acep…”,
“Loh, vita sudah asyik aja…”,
“Tadi aku bangun tidur penismu udah berdiri, ya gak disia siain dong, hehehe”,
“bisa aja mbak vita ini, hehe” Lalu karena terangsang kembali, pagi itu Acep menyetubuhi Vita untuk yang kedua kalinya, tentu lebih nikmat karena mereka mulai saling suka.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi, Foto Bugil, Foto Hot 2016 dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru

Sabtu, 26 Maret 2016

Cerita Sex Aku Suamiku dan Anakku

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Aku Suamiku dan Anakku" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot

Cerita Sex Aku Suamiku dan Anakku
Cerita Sex Aku Suamiku dan Anakku - Ist

Cerita Dewasa Terbaru | Takkan ada yang menyangka jika dalam keluarga kami terjadi adegan hubungan seksual antara anak, ibu dan ayahnya sendiri yang akan aku ceritakan ini. Perkenalkan namaku Rina. Aku sudah menikah dan memiliki seorang putri tunggal, Fara namanya. Umurnya kini sudah 14 tahun dan duduk di kelas 2 SMP. Usianya yang sudah beranjak remaja telah membuat dirinya tampak menarik. Wajahnya yang cantik dan imut menjadi nilai lebih darinya. Umurku sendiri baru 35 tahun, sedangkan suamiku, Mas Alan, 38 tahun.

Ada sebuah pengalaman yang tak dapat kulupakan dalam ingatanku. Waktu kecil dulu aku pernah diam-diam melihat ibuku ngesex dengan kakekku, ayah kandung ibuku sendiri. Aku tidak tahu apa yang membuat ibu dan kakek melakukan hubungan seperti itu, aku yang juga tidak tahu harus berbuat apa akhirnya memilih diam. Namun ternyata kejadian itu bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Kakekku dulu memang tinggal bersama dengan kami sehingga memungkinkan mereka berbuat seperti itu berulang-ulang di saat ayahku tidak di rumah.
Cerita Sex Aku Suamiku dan Anakku
Kini saat sudah memiliki putri, aku sering membayangkan kalau suamiku bersetubuh dengan anak gadis kami. Membayangkan bagaimana suamiku menggenjot anak gadisnya sendiri sampai anak gadis kami ini hamil olehnya. Tentu saja itu merupakan khayalan gila dari seorang ibu terhadap anak dan suaminya sendiri. Bagaimana bisa seorang ibu punya pikiran semacam itu!? Namun hal tersebut sangat membangkitkan gairahku. Bahkan aku sering bermasturbasi karena tidak tahan dengan khayalan gilaku ini.

Saat aku berhubungan badan dengan suamiku, aku juga menganggap kalau aku ini adalah Fara, anak gadisnya. Hal itu membuatku orgasme lebih cepat. Selain itu, saat aku pergi ke pasar dan meninggalkan mereka berdua di rumah, aku juga sering membayangkan kalau mereka bersetubuh di belakangku selama aku pergi. Aku jadi berdebar-debar sendiri selama di pasar karena memikirkannya.
Cerita Dewasa Aku Suamiku dan Anakku
Seiring waktu, hanya dengan membayangkan tidak cukup lagi bagiku. Kini aku betul-betul berharap mereka berzinah, melakukan hubungan badan sedarah antara ayah dan anak gadisnya. Akupun berusaha menciptakan situasi-situasi agar suami dan anakku menjadi tertarik satu sama lain. Aku sampai membelikan putriku pakaian-pakaian yang seksi, lalu mengajarinya cara berpakaian yang membuat lekuk tubuhnya tercetak. Tanktop dan celana pendekpun menjadi pakaiannya sehari-hari bila di rumah. Fara tidak masalah dengan cara berpakaian yang ku ajarkan, malah dia sangat menyukainya.

Sebenarnya sering suamiku memprotes cara berpakaian putri kami. Tapi tentu saja aku membela Fara.

“Memangnya kenapa sih Pa? kan cuma di rumah saja. Lagian cuma Papa sendiri laki-laki di sini” ujarku.
“Iya sih”
“Kalau gitu ya gak apa-apa dong Pa…”
“Tapi kan….. Ya sudah lah” kata suamiku akhirnya mengalah. Maka bebaslah Fara berpakaian seperti itu di hadapan ayahnya.

Mungkin kalau pria lain yang melihat keadaan putri kami, pria itu sudah pasti akan sangat bernafsu. Bagaimana tidak? Seorang gadis cantik yang sedang segar-segarnya tampil dengan pakaian yang menggemaskan dan membangkitkan birahi, yang mana ibunya sendiri yang mengajarkan cara berpakaiannya itu. Itupun sebenarnya cukup sering terjadi, karena teman-teman suamiku sering mampir ke rumah, begitupun bapak-bapak tetangga sebelah. Aku seorang ibu yang sedang mengajarkan putrinya menjadi seorang eksibisonis!!

“Wah, Fara udah gede yah… cantik lagi” Itu yang selalu mereka katakan bila melihat putriku di rumah.

Aku lihat mata mereka selalu melirik ke tubuh putri kami. Rasanya sungguh aneh saat anak gadisku dipelototin begitu, antara marah dan bangga karena putriku banyak yang menyukai.

Dengan keadaan Fara yang berpakaian seperti itu, aku jadi lebih sering meninggalkan suami dan putri kami berdua menonton tv, atau menyuruh suamiku membantu Fara mengerjakan PR-nya di dalam kamarnya Fara. Saat mereka berduaan, akupun diam-diam memperhatikan dari jauh. Aku ingin tahu apakah suamiku mencuri-curi pandang ke arah anaknya. Tapi ternyata tidak. Meskipun ada sesekali melirik ke anaknya, tapi yang ku lihat masih pandangan tanpa nafsu. Tidak lebih dari seorang ayah yang sedang membantu putrinya. Namun ini tidak membuatku menyerah.

Malam ini kami sedang duduk bersama menonton acara televisi. Sebenarnya ini adalah keadaan dan suasana yang biasa, hanya pikiranku saja yang tidak beres.

“Sayang, ayo sini mama pangku” kataku mulai melancarkan aksiku.

 Fara saat itu masih tetap setia mengenakan tanktop dan celana pendek sepaha bila sedang di rumah.

“Ihh… mama. Fara kan udah gede. Masa masih dipangku!?”
“Hihihi, udah gede apanya? udah gede apanya ayo…” kataku sambil menarik Fara, memeluknya lalu mengangkatnya ke pangkuanku sambil ku gelitiki.
“Hahaha… geli mah, ampun….”
“Ininya yah yang udah gede?” tanyaku sambil menyentil buah dadanya yang hanya ditutupi tanktop.
“Mama!! Geli…!!”

Bercanda seperti inipun memang sudah sering kami lakukan. Saling menggelitik dan bermain-main saat bersama-sama duduk menonton tv. Tapi kini aku mempunyai tujuan lain, yaitu sengaja membuat suamiku jadi terangsang dan bernafsu pada anaknya sendiri.

“Hihihi, Pa, lihat nih anakmu udah gede” ujarku memanggil Mas Alan.

Kaki Fara ku buat jadi membuka lebar saat itu. Aku ingin suamiku melihat betapa putrinya kini sudah menjadi seorang gadis yang cantik dan menggairahkan. Membuat suamiku jadi berpikiran kotor pada anak gadisnya sendiri. Mas Alan memang melirik ke arah kami, tapi dapat ku baca dari wajahnya kalau yang dimaksud ‘gede’ olehnya hanyalah umur putrinya yang sudah semakin bertambah, bukan ukuran-ukuran kewanitaan seperti buah dada, pinggul dan lekuk tubuh putrinya.

“Ayo sayang , minta pangku juga sama papa kamu sana” suruhku pada Fara.
“Pa… pangkuin Fara dong…” minta Fara manja.
“Iya-iya sini” kata mas Alan sambil membiarkan Fara duduk di pangkuannya.

Mereka kini sama-sama menghadap ke arah tv. Suamiku tampak biasa-biasa saja, tidak terlihat tanda-tanda nafsu meskipun saat ini ada seorang gadis cantik yang sedang duduk di pangkuannya. Padahal aku berharap kalau suamiku ereksi, sehingga penis tegangnya akan mengganjal pantat anak gadis kami.

“Duh, iya nih kamu sudah gede. Berat amat sekarang” ujar mas Alan sambil mengusap-ngusap rambut Fara.

“Biarin… week. Nih rasain!!” Fara lalu mengangkat sedikit pinggulnya, lalu menurunkannya lagi tiba-tiba ke bawah.

Seakan menunjukkan kalau dia memang sudah lebih berat sekarang karena semakin dewasa. Namun yang ada itu malah membuat penis suamiku tertekan pantat putrinya.

“Duh, kamu ini” gerutu suamiku.

Namun tetap membiarkan Fara terus di pangkuannya. Fara tampak nyaman sekali dipangku ayahnya, mereka begitu mesra. Merekapun terus menonton tv dengan posisi berduaan begitu, dan aku terus hanya memperhatikan.
Cerita Sex 2016 Aku Suamiku dan Anakku
Semakin lama, ku lihat sesekali pantat putriku ini bergeser-geser kesana-kemari di pangkuan suamiku. Apa suamiku sedang ereksi? Sehingga membuat Fara merasa tidak nyaman karena pantatnya terganjal? Kalau benar, apa putriku ini tahu kalau penis tegang ayahnyalah yang sedang mengganjal pantatnya saat ini? Oh tuhan… Aku jadi berdebar-debar memikirkannya.

Aku lalu bangkit dari tempat dudukku. Aku ingin meninggalkan mereka berdua lagi kali ini.

“Mau kemana ma?” tanya suamiku.
“Mau ke kamar, sudah ngantuk” jawabku sekenanya, karena tujuanku sebenarnya hanyalah ingin membiarkan mereka berduaan.
“Kamu mau tidur juga sayang?” tanyanya kini pada Fara.
“Belum ngaktuk Pa” jawab Fara cuek sambil tetap asik menonton tv.
“Ya sudah”

Akupun masuk ke kamar dan membiarkan suami dan anakku berduaan di sana. Dari dalam kamar aku mencoba mengintip mereka, tapi tidak ada gerakan ataupun obrolan yang aneh-aneh meski posisi mereka tetap tidak berubah. Akupun memutuskan untuk berbaring di ranjang. Tapi tanpa sadar aku benar-benar tertidur!!

Saat aku terbangun esok paginya dadaku begitu berdebar-debar. Entah apa yang sudah ku lewatkan tadi malam. Apa mereka melakukan sesuatu selagi aku tidur? Atau bahkan suamiku dan putri kami sudah bersenggama? Pikiran-pikiran itu terus melintas di kepalaku. Perasaanku semakin tidak karuan karena aku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, meskipun belum tentu semua yang ku pikirkan tadi benar-benar terjadi. Tapi sensasi membayangkan kalau mereka bermain diam-diam dibelakangku ini sungguh mengaduk-aduk perasaanku, dan aku berharap mereka benar-benar telah melakukannya.

Akupun melanjutkan terus aksiku. Ketika itu dengan nada bercanda aku menyuruh Mas Alan untuk memandikan Fara, tapi tentu saja baik Fara maupun suamiku menolaknya.

“Gak mau ah, Fara kan udah gede, masa dimandikan Papa” jawab Fara.
“Iya nih, mama ada-ada aja” kata suamiku ikut-ikutan.
“Hihihi… Kalau mama yang mandikan Fara, mau?” tanyaku lagi.
“Gak mau juga!!”

Namun akhirnya Fara mau juga mandi denganku. Dia benar-benar sudah menjadi seorang gadis muda yang cantik. Tanda-tanda kewanitaannya benar-benar sedang tumbuh dengan baik. Pastinya akan membuat nafsu para lelaki bila melihat dia telanjang dan basah-basahan seperti sekarang ini. Aku ingin ayahnya juga melihatnya dengan pandangan nafsu.

Waktu aku ingin menyabuni badan, ku temukan botol sabun sudah mau habis. Ini kesempatanku!!

“Sayang, sabunnya habis nih. Kamu ambilin gih ke belakang” suruhku pada Fara.
“Kok Fara sih ma?”
“Iya dong, masa mama yang ambil. Sana”
“Iyaa…”

Fara lalu melilitkan handuk ke tubuhnya, tapi ku cegah. Aku ingin memamerkan tubuh indah Fara kepada ayahnya saat ini. Tanpa banyak tanya Farapun menuruti. Aku memanfaatkan sifatnya yang masih polos dan belum mengerti betapa pentingnya menutupi bagian-bagian kewanitaaannya itu. Jadilah dia bertelanjang bulat dari kamar mandi ke dapur.

Pintu kamar mandi ku buka sedikit agar aku dapat mendengar apa yang akan terjadi. Dari sini aku memang tidak bisa melihat apa yang terjadi, namun aku masih bisa mendengar dengan jelas. Ku dengar suamiku terkejut dan menegur Fara kenapa keluyuran telanjang begitu di dalam rumah. Dijawab Fara kalau ingin mengambil sabun.

“Sabunnya dimana Pa? gak ketemu nih…”
“Bentar papa ambilkan”

Tidak terdengar suara sama sekali selama beberapa saat kemudian. Dadaku berdebar memikirkan suamiku sedang bersama putri kami yang bertelanjang bulat!! Pastinya jarak antara ayah dan anak itu sangat dekat. Aku tidak tahu apa suamiku terangsang saat ini. Namun yang pasti, akulah yang terangsang berat karena memikirkan hal tersebut.

“Makasih Pa”
“Iya, sana cepat ke kamar mandi. Nanti malah masuk angin lama-lama telanjang di luar”
“Iya Pa”

Tidak lama kemudian Fara masuk kembali ke kamar mandi.

“Mama lagi ngapaiiiin!??”
“Eh, n-nggak lagi ngapa-ngapain” jawabku tergagap.

Aku kedapatan olehnya sedang masturbasi menyemprotkan shower ke vaginaku!! Untung kemudian bisa ku jelaskan kalau aku sedang membersihkan bagian tersebut. Kamipun mandi seperti biasa selanjutnya.

Handuk yang kami bawa saat itu cuma satu, jadi kami pakai berdua bergantian setelah selesai mandi. Tentu aku yang mengenakan handuk itu, sedangkan Fara ku suruh bertelanjang menuju ke kamarnya. Sekali lagi ketelanjangannya di lihat oleh ayahnya

Malampun tiba, aku mempunyai rencana sex yang lebih seru lagi. Dimalam itu aku mengajak Fara tidur bersama di kamar kami. Tentunya ini juga bagian dari rencanaku yang lain. Suamiku awalnya menolak karena harus berbagi ranjang dengan Fara, mungkin karena anak perempuannya itu sudah besar. Tapi setelah ku bujuk terus akhirnya dia mau juga.

“Kamu suka sayang kita tidur sama-sama kayak dulu lagi?” tanyaku pada Fara.
“Suka ma, udah lama nggak”

Sebelum tidur kami menghabiskan waktu untuk ngobrol-ngobrol tentang sekolahnya, teman-temannya, rencana liburan, hadiah ulang tahunnya yang akan datang dan lain-lain. Posisi Fara berada di tengah-tengah diapit oleh kami berdua.

“Menurut kamu Papa orangnya gimana sayang?” tanyaku kini mencoba membahas tentang ayahnya.
“Baik, gak pemarah”
“Kamu sayang tidak sama Papa?”
“Iya, Fara sayang banget sama Papa”
“Cuma sayang saja? Tidak cinta?” tanyaku lagi.
“Iya, Fara juga cinta Papa” jawab Fara polos.

Tentu saja cinta yang dimaksud Fara bukanlah seperti perasaan cinta kepada kekasih, namun hanya perasaan cinta dari seorang anak kepada orangtuanya.

“Tuh Pa, anak kamu saja cinta sama kamu, masa kamu enggak? hihihi” tanyaku kini pada mas Alan.

Aku ingin tahu bagaimana responnya.

“Ihh… Papa gak cinta yah sama Fara?” rengek Fara manja.
“Ah, gara-gara kamu ini Ma. Iya sayaaang… Papa juga cinta kok sama kamu” ucap suamiku yang disambut tawa renyah Fara.

Mendengar hal ini membuatku semakin bersemangat. Ku dekati Fara dan ku bisikkan sesuatu padanya.

“Pa, kalau Papa cinta sama Fara, cium Fara dong Pa…” kata Fara kemudian.

Ia menuruti apa yang ku bisikkan padanya barusan. Mas Alan yang mendengar permintaan Fara itu dibuat terkejut, diapun melotot kepadaku karena sudah mengatakan yang tidak-tidak pada putri kami. Aku hanya tertawa kecil saja.

“Iya, sini sayang…” ucap Mas Alan mau juga akhirnya,
“Cup”
“Yang kanan juga Pa” pinta Fara lagi.
“Iya-iya” saat mencium pipi kanan, suamiku sedikit menghimpit Fara karena putrinya itu berada di sisi kirinya.
“Fara juga cium dong Papanya” suruhku lagi, Fara pun melakukannya.

Dia kini gantian menciumi pipi Papanya. Darahku berdesir melihat pemandangan cium-ciuman ini. Adegan cium-ciuman antara ayah dan putrinya. Walau sebenarnya hal ini tidak asing, namun baru kali ini mereka saling mencium berkali-kali, bahkan melakukannya di atas ranjang.

Saat putri kami sudah tidur, akupun melanjutkan aksiku untuk merangsang suamiku. Aku bermasturbasi di sebelah Fara. Suamiku tentunya terkejut melihat aksiku karena ada Fara di dekat kami, aku senyum-senyum saja. Ku katakan kalau aku sedang kepengen. Tentu saja suamiku menolaknya, mana mungkin kami ngentot saat Fara ada di tengah-tengah kami. Akhirnya aku setuju untuk hanya saling bermasturbasi. Dia memainkan vaginaku dan aku mengocok penisnya.

Saat mengocoknya, sering aku menyentuhkan penisnya ke paha putri kami. Tentunya aku pura-pura tidak sengaja saat melakukannya.

“Ma… hati-hati dong…”
“Kenapa Pa? geli yah kena paha Fara? Hihihi”
“Bukan gitu… Nanti kalau dia bangun gimana coba?”
“Iya deh… sorry” kataku sambil tersenyum.

Ku lanjutkan terus kocokanku sampai akhirnya dia muncrat, tapi sengaja ku arahkan ke selangakangan putri kami. Jadilah celana pendek serta paha Fara berceceran sperma ayah kandungnya.

“Duh Ma… kena Fara nih… Makanya aku bilang hati-hati!!” ujar suamiku berbisik keras.
“Wah… Gak sengaja Pa. Papa yang bersihkan yah, aku mau ke wc dulu”
“Lho? Kok aku sih ma yang ngebersihin?” tanya suamiku jengkel, namun aku terus saja memalingkan tubuhku berjalan ke wc.

Saat aku sudah keluar dari kamar, aku mengintip apa yang akan dilakukan suamiku. Dia tampak kerepotan membersihkan ceceran spermanya yang ada di sekitar selangkangan anak gadisnya. Sayangnya dia hanya sekedar membersihkan, tidak berperilaku aneh.

Malam itu baru permulaan, karena setelah itu semakin sering ku ajak Fara tidur bareng dengan kami. Fara sepertinya amat senang bisa tidur bersama-sama dan sepertinya dia ketagihan, dia bahkan tidak mau lagi tidur di kamarnya. Bagiku ini pertanda bagus untuk mewujudkan khayalanku.

Sama seperti malam itu, aku dan suamiku juga terus saling membantu bermasturbasi walau ada Fara di tengah-tengah kami. Sehingga makin seringlah Fara terkena semprotan peju ayahnya karena selalu sengaja ku tembakkan ke arah selangkangannya. Kadang tidak hanya paha dan celana pendeknya saja yang kena, namun juga tangan dan bajunya.

Bahkan pernah suamiku menyemprot sangat kencang hingga ada yang mengenai wajah putri kami. Dan lagi-lagi, suamikulah yang ku suruh membersihkan ceceran spermanya itu. Mas Alan sepertinya sudah tidak keberatan lagi dengan kehadiran Fara di tempat tidur. Spermanya yang berceceran di tubuh putrinya tidak menjadi masalah lagi baginya.

Entah ada hubungannya atau tidak. Suamiku jadi lebih sering meminta ML. Apa ini sebagai pelampiasan nafsunya yang tak tersalurkan pada putrinya? Aku harap iya. Tentunya dia memintanya saat siang hari karena kalau malam ada Fara di tempat tidur kami. Walaupun sering aku mencoba mengajaknya ngentot setelah putri kami tidur, namun dia tetap menolaknya.

Sering saat kami ngeseks di kamar waktu siang hari, pintu kamar ku buat agak terbuka. Padahal ada Fara di rumah saat itu. Ya… aku sengaja membukanya sedikit dan berharap putri kami melihat apa yang sedang ku buat dengan ayahnya. Dan itu benar terjadi!! Sering aku melihat kalau putriku sedang mengintip kami bersenggama. Aku penasaran apa yang ada dipikiran putri kami saat itu.

Aku kini berpikir untuk tidak memberi jatah lagi pada suamiku. Saat suamiku kepengen, akupun menolaknya dengan berbagai macam alasan seperti sedang capek, sibuk dan sebagainya. Namun malamnya aku tetap membantu mengocok penisnya di samping anakku seperti biasa. Karena memang ini tujuanku, aku tidak ingin melayani suamiku agar malamnya dia melampiaskan nafsunya di samping putri kami.

“Ma, kita ML yuk…” pinta suamiku malam itu, akhirnya kini dia meminta ngeseks walau ada Fara yang sedang tidur di antara kami.

Tapi aku sudah punya rencana lain. Aku tetap tidak akan memberinya jatah lagi.

“Capek Pa…” jawabku pura-pura lemas.
“Ayo lah Ma… Papa lagi kepengen nih…”
“Mama kocokin aja yah…” tawarku.
“Ya sudah Ma”

Dia lalu bangkit dan berlutut, sedangkan aku masih tetap berbaring sambil mengocok penisnya. Namun posisi Fara masih ada di antara kami.

“Fara cantik yah Pa?” tanyaku memancing sambil tetap mengocok penis suamiku.
“Iya, sama kayak mamanya” aku tersenyum.
“Anak gadis Papa ini udah makin gede aja… lihat nih kulit putihnya lembut, mulus dan licin” ujarku sambil menampar-nampar penis suamiku ke tangan anak kami.

Suamiku hanya diam saja!! biasanya dia pasti protes!! namun kali ini tidak berkata apa-apa!!

“Enak yah Pa?” tanyaku.

Tentu saja yang ku maksud enak atau tidak waktu penisnya bersentuhan dengan kulit putri kami.

“Ngghh… Enak ma…”
“Geser dikit Pa, biar lebih enak mama ngocokinnya” pintaku.

Diapun menggeser tubuhnya ke atas sehingga kini penis tegangnya tepat mengarah ke wajah Fara. Posisinya seperti akan men-cumshoot putri kami !!

Ku melirik ke arah suamiku, dia ternyata memang sedang menatap wajah putri kami sambil penisnya tetap ku kocok. Aku harap dia memang sedang berpikiran kotor terhadap Fara.

Setelah sekian lama ku kocok, akhirnya dia muncrat juga. Anehnya dia tidak berusaha mengarahkan muncratannya ke tempat lain. Jadilah wajah putri kami berlumuran sperma kental suamiku. Pemandangan ini membuatku bergidik. Fara yang sedang tidur baru saja disemprotin peju, dan pelakunya adalah ayah kandungnya!! Sungguh banyak, kental dan menggumpal di wajah cantiknya.

“Ihh.. Pa, kok muncratnya ke wajah Fara sih? banyak banget lagi… udah gak tahan yah?” godaku.
“I-iya Ma… kocokan mama enak banget” jawabnya.

Kocokanku yang enak atau kamu yang nafsu sama putrimu? Sampai-sampai muka putrimu sendiri dipejuin gitu, ujarku dalam hati.

Tampak Fara sedikit menggeliatkan badannya, mungkin tidurnya terganggu karena ada sesuatu yang mengenai mukanya.

“Cup cup cup… Fara sayang… tidur… tidur…” kataku berbisik sambil mengusap-ngusap bahunya agar dia tertidur lagi.
“Tuh Papa… untung Faranya gak kebangun. Ya sudah, mama tidur duluan yah Pa. Gak pengen nambah lagi kan ngepejuin muka Fara nya?” kataku menggoda suamiku.
“Apaan sih kamu ma? Aku kan gak sengaja nyemprot di muka Fara” katanya beralasan.
“Ya sudah, buruan bersihin gih, ntar dia beneran bangun. Kan gak lucu pas dia bangun nemuin peju di mukanya, peju papanya pula, hihihi”

Baru saja ku berbicara begitu, Fara kembali menggeliat. Tangan Fara tampak mengusap wajahnya sendiri. Mungkin dia berpikir kalau ada nyamuk di wajahnya, padahal itu sperma ayah kandungnya.

“Cup cup cup… tidur sayang….” Kataku lagi buru-buru mengusap bahu Fara biar dia lelap lagi.
“Kalau gak bobo ntar kena pejuin Papa lagi lho… hihihi” kataku lagi.
“Ma!! Kamu ini, masa ngomongnya begitu!!” katanya, aku hanya senyum-senyum saja, lalu merebahkan badanku pura-pura tidur, membiarkan suamiku sibuk membersihkan ceceran peju di wajah putrinya itu.

“Ma… kocokin lagi dong…”

Malam esoknya juga demikan, dia meminta untuk dikocokin lagi olehku setelah aku tidak menyetujui menerima ajakan ngentotnya. Tapi kali ini aku tidak ingin membantunya. Aku ingin tahu apa yang akan dilakukan olehnya bila tidak ku bantu menuntaskan nafsunya itu. Aku berharap dia khilaf karena tidak tahan menahan nafsu hingga mencabuli putri kandungnya sendiri.

“Mama ngantuk banget pa, badan mama rasanya juga gak enak. Papa ngocok sendiri aja yah…”
“Yah… Kok gitu sih Ma?”

Aku tidak menjawab dan berpura-pura tidur setelahnya. Posisi tidurku menghadap ke arah suami dan putri kami. Dengan sedikit membuka kelopak mata, akupun mengintip bagaimana suamiku menuntaskan nafsunya. Akhirnya dia tetap juga mengocok penisnya di sana, di samping Fara.

Entah dia sengaja atau tidak, dia sangat sering menempelkan penisnya ke paha putri kami. Dan astaga!! dia lalu bangkit dan menempelkan tubuhnya ke Fara, membuat batang penisnya jadi terselip di antara kedua paha anak gadis kami ini. Dia tampak ragu apa yang akan dilakukannya selanjutnya, diapun melirik ke arahku berkali-kali. Sepertinya ingin memastikan kalu aku sudah tertidur.

Suamiku melanjutkan aksinya lagi, sepertinya nafsunya yang sudah diubun-ubun tidak memikirkan lagi kalau gadis muda yang sedang ditindihnya itu adalah anak kandungnya sendiri. Aku memang tidak bisa melihat dengan jelas, tapi dia tampak sedang menggesek-gesekkan penisnya keluar masuk di sela-sela paha Fara.

“Nggggghh… Faraaa” erang suamiku sambil menyebut nama putri kami!!

Tidak lama kemudian tubuh suamiku mengejang. Dia klimaks!! Suamiku menumpahkan lagi pejunya ke tubuh putrinya, ke sekitaran selangkangan Fara. Bedanya kali ini bukan aku yang mengarahkannya, namun dia sendiri yang melakukannya dengan sengaja!! Jantungku berdegub kencang. Oh tuhan… ini hampir mewujudkan khayalanku.

Sedikit lagi… tinggal sedikit lagi… lalu mereka akan bersetubuh. Sebuah persetubuhan sedarah antara seorang ayah dan anak gadisnya. Antara suami dan putriku, sungguh nikmat rasanya hubungan yang mungkin agak aneh ini.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi, Foto Bugil, Foto Hot 2016 dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru   

Foto Hot PSK Kelas Atas

Foto Hot PSK Kelas Atas  | Cewek psk bispak kelas atas dengan bayaran 80jt sekali bercinta, bercinta dengan psk kelas atas layaknya bercinta dengan artis terkenal dengan bayaran mahal. apa yang memebuat mahalnya bercinta dengan psk kelas atas? entahlah padahal lubang memekdan bentuk toketnya masih sama dan tidak ada bedanya dengan punya gadis remaja abg biasa. tapi mungkin juga meki psk kelas atas punya kelebihan tersendiri seperti sehingga apabila penis di masukan ke dalam lobang memek nya bisa nyepong di dalam Cerita sex terbaru psk hot 2016

Foto Hot PSK Kelas Atas 

Foto Hot PSK Kelas Atas

Foto Hot PSK Kelas Atas 2




Cerita Sex Tukang Ojek Pujaan Hati

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Tukang Ojek Pujaan Hati" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot

Cerita Sex Tukang Ojek Pujaan Hati
 Cerita Sex Tukang Ojek Pujaan Hati - Ist

Cerita Dewasa Terbaru | Iwan hari itu kembali cemberut, suasana hatinya sedang memburuk,

"Sabar wan, rejeki ada yang ngatur",
"tapi udah sebulan ini, ngojek sepi pemumpang",
"kali aja hari ini rame wan",
"mungkin bener kamu..." Iwan dan teman seperjuangannya itu sudah siap sedia dipangkalan ojek, Iwan memang sudah lama menjadi tukang ojek, namun akhir akhir ini bisa dibilang sepi penumpang.
Cerita Sex Tukang Ojek Pujaan Hati
Meski harapnya hari itu banyak penumpang, seperti sebelumnya, hanya satu dua orang saja yang mengandalkan pelayanan ojeknya. Iwan pulang dengan kecewa, sempat ia berfikir untuk mencari pekerjaan baru, dan berhenti menjadi tukang ojek.

Sore itu ketika ia pulang, terlihat ada seorang perempuan yang berdiri dipinggir jalan, cantiknya perempuan itu membuat Iwan sempat terpesona, bidadari seperti itu tak seharusnya berdiri dipinggir jalan sendirian, meski akhirnya Iwan hanya melewatinya saja. Sesampai ditempat kostnya, ia segera istirahat, memang iwan jauh jauh pergi kekota yang ramai itu demi mencari uang sendiri. Namun meski akhirnya kini mengalami masalah finansial.

Cerita Sex | Esok harinya, Iwan segera pergi kepangkalan ojek tempatnya mangkal. Setelah memarkir motornya, ia segera duduk disudut bangku yang selalu ia tempati.

"huft, nasiiiiib nasib",
"sabar wan...",
"gak tau lah, kalau hari ini tetep sepi penumpang, gua berhenti ngojek ah",
"dipikir dulu wan, nanti emang mau kerja apa?",
"gak tau dah..." Iwan mencoba melihat apakah hari itu ia bisa mendapat penumpang lebih atau tidak.

Setelah menunggu beberapa jam, ketakutannya terjadi, seperti hari sebelumnya, sepi penumpang, walau sempat beberapa orang baru ia lihat datang kepangkalan itu, temannya yang mendapat kesempatan, dia tak sempat bergerak, dan itu membuat Iwan kecewa sekali. Iwan kemudian memilih pulang, pikirnya besok tak akan kembali kepangkalan ojek. Diperjalanan pulangnya, lagi lagi ia melihat sosok perempuan cantik yang kemarin ia lihat, kini ia memilih berhenti, dan mencoba menyapa perempuan itu.
Cerita Sex Terbaru Tukang Ojek Pujaan Hati
"mbak, nunggu siapa? nunggu angkutan ya?",
"mmm... iya mas...",
"kalau mau saya anter mbak, saya tukang ojek kok",
"wah, masak sih mas?",
 "iya mbak",
"ke ******* berapa mas?",
"udah nanti aja mbak bayarnya, naik aja",
"ooh, ok mas..." perempuan cantik itu lalu segera mendekat, lalu segera duduk, kini Iwan membonceng perempuan cantik itu.

SEgera motornya itu berjalan menuju tempat tujuan. Iwan menyadari perempuan itu duduk menyamping, karena ia menggunakan rok mini.

"mas, beneran tukang ojek kan?",
"iya mbak, gak usah takut",
"bukan takut mas... heran aja",
"kok heran?",
"iya masnya ganteng sih, masak tukang ojek, hehe",
"haha, bisa aja mbak" Iwan kini mulai merasakan kembali nikmatnya tersenyum, sudah lama ia tak tersenyum seperti itu.

Segera ia mengantar perempuan itu ke tempat tujuan. Setelah beberapa menit perjalanan, mereka segera tiba ditempat tujuan.

perempuan itu turun dari motor, lalu mulai membuka tas kecilnya,

"berapa mas?", "gak usah deh mbak",
"loooh, kok gak usah, ini ini..." perempuan itu memberikan beberapa puluh ribu rupiah pada Iwan.
"makasih mbak... eh, kalau boleh tau mbak ini namanya siapa?",
"saya Via mas, kalau masnya?",
"saya iwan, salam kenal ya mbak",
"hehe, iya, m... mas boleh tanya?", "iya?",
"kalau besok mas Iwan ketempat tadi buat njemput saya bisa?",
"wah, bisa banget mbak!",
"hehe, kalau gitu ketemu lagi besok ya mas, dijam yang sama...",
"iya, makasih mbak" Iwan kemudian pergi setelah melihat senyum manis dari Via yang cantik itu.

Setelah pertemuan itu, iwan memilih tetap mengojek saja, mumpung ia mendapat pelanggan cantik.

Esok harinya, ia sudah kembali menuju pangkalan ojek itu,

"Wan, gak jadi gantung stir?",
"gantung stir? kayak pembalap aja, gak jadi, udah mikir lagi sih",
"bener tuh, disini aja, biar rame pangkalannya, haha" Kini Iwan sudah bisa mendapat semangat kerjanya lagi.

ia tetap tenang meski hari itu sepi pelanggan seperti biasa. Sorenya Iwan sudah bergegas menyalakan motornya bersiap menuju tempat Via menunggu,

"Iwan, semangat banget",
"iya, ada pelanggan baru",
"wah, semangat wan",
"oke oke, makasih" Iwan lalu bergegas mengendarai motornya pergi dari tempat itu.

Beberapa menit kemudian, Iwan sudah melihat Via menunggunya, ia segera menepi mendekati perempuan cantik itu.

"hai mbak Via...",
"iya mas Iwan, langsung ya mas...",
"tempat kemarin kan, yuk" Via segera naik kemotor, dan segera Iwan mengantar perempuan itu lagi.
"mbak Via kerja didekat situ tadi ya?",
"m... gak juga sih mas",
"gak juga gimana mbak?",
"gak papa mas, mas Iwan kok beda dari kemarin ya?",
"beda gimana mbak?",
"tumben wangi, hehe" Iwan memilih diam, namun pria itu tersenyum, ia memang sudah bersiap agar pelanggannya itu tetap senang dibonceng olehnya.

Beberapa menit perjalanan, Iwan sudah berhenti tepat ditempat kemarin, Via juga sudah turun.

"Makasih mas" Via langsung menyodorkan uang seperti kemarin,
"iya mbak, besok saya jemput lagi?",
 "iya mas, gak papa kan?",
"iya mbak, hehe, mari..." Iwan kembali pergi setelah melihat senyum indah Via itu.

Kini dalam perjalanan Iwan pulang, pria itu mulai berfikir Via itu tak hanya cantik, tetapi juga ramah dan baik. Iwan menyadari sudah lama ia menyendiri, apabila ia memiliki kesempatan menjadikan Via kekasih hatinya, mungkin hidupnya akan lebih tentram. Dihari selanjutnya, Iwan menjadi ojek langganan Via seperti biasa, mereka juga mulai kenal satu sama lain lebih jauh. Iwan mulai menaruh hati pada perempuan cantik itu.
Cerita Dewasa Tukang Ojek Pujaan Hati
"makin hari makin semangat aja wan ngojeknya",
"iya dong, haha",
"wah, pelanggan kamu itu seperti apa sih? bisa bikin kamu kayak gini?",
"wah, jangan ditanya, cantik ramah dan baik pula",
"waah, memang kamu beruntung wan",
"iya, haha",
"lebih beruntung lagi kalau itu perempuan jadi istri kamu wan",
"aah, apa sih..." Teman temannya itu tertawa kecil, membuat Iwan tersenyum, dan memikirkan kembali sosok Via yang cantik itu, Iwan kini sudah menyadari ia memiliki rasa pada Via.

seperti biasa, sore harinya Iwan sudah mengandarai motornya menuju tempat Via menunggu.

"Hai mbak Via",
"hai mas Iwan, bisa anterin ke taman kota dong mas",
"tumben mbak, gak langsung pulang",
"iya, udah ayo mas" Via sudah naik motor itu, dan segera Iwan menuruti Via, pria itu mengantar Via menuju taman kota.

Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai,

"ini mbak udah sampai",
"udah ya? yuk mas" Via yang sudah turun dari motor itu menarik tangan Iwan,
"loh, mbak?",
"mas Iwan temenin Via ya",
"mau kemana ya mbak?",
"udah ayo" setelah motor diparkir, Iwan mengikuti via yang menarik tangannya itu.

tangan VIa terasa begitu halus, sudah lama iwan tak menyentuh tangan perempuan.

"Duduk sini deh mas" Via duduk dibangku di sekitar taman kota, iwan lalu duduk disampingnya.
"m...mbak Via, mau nungguin siapa disini?",
"gak nunggu siapa siapa mas",
"m.. terus?",
"mau duduk duduk aja, sama mas Iwan" Iwan hatinya sempat bedebar debar, mendengar ucapan Via itu.

sore itu cerah dan cukup tenang suasananya, Iwan melihat kewajah Via, tidak biasa perempuan itu terlihat murung.

"mbak Via kenapa?",
"m..mas Iwan, udah lama jadi tukang ojek ya?",
"iya mbak, eh iya, mbak Via kerja jadi apa sih?",
"Saya... tukang tagih hutang mas..." Iwan seketika kaget, ia tak percaya,
"masak sih mbak? mbak Via kan baik dan ramah!",
"ya... sebenarnya suami saya yang rentenir, saya juga sebenarnya dari luar kota mas...",
"mm... jadi... mbak Via...",
"Aku kesini disuruh suami ku mas, nagih hutang keorang ditempat yang mas Iwan biasa nganter aku...",
"aduh mbak, aku masih bingung",
"ya, biasanya sampai disana, orangnya selalu bikin alesan, dan aku gak tega nagih, tapi setelah balik, pasti suamiku telpon dan marah marahin aku...",
"Kok ndak suaminya mbak Via yang kekota ini aja?",
"dia sibuk ngurus orang orang yang dikota asalku mas, jadi aku terpaksa berangkat kesini". Iwan masih merasa bingung, tapi ia mulai memahaminya, ia tau Via itu sebenarnya baik sekali, ia menuruti perintah suaminya juga, dan ia berusaha sebaik mungkin mengatasi masalah.
"jadi... apa orang yang mbak Via temui itu sudha membayar",
"kemarin sudah dibayar tuntas mas, syukur deh...",
"huft, untung saja, kalau begitu mbak Via bisa pulang...eh mbak..." Via tiba tiba bersandar dibahu Iwan,
"tapi mas Iwan, aku takut disuruh pergi pergi lagi, padahal aku gak bisa naik motor, kan repot juga..." Iwan hatinya terenyuh, sungguh ia ingin memeluk dan memberikan support pada Via itu.
"Semuanya terserah mbak Via, tapi kalau menurut saya, mbak Via harus pulang, kasian suaminya mbak Via, saya juga takut kalau disini terus nanti mbak Via juga dimarahin lagi kan",
"...iya mas... tapi... suamiku gak seasyik mas Iwan kalau diajak ngobrol" iwan hatinya meleleh, tak pernah ia memikirkan Via mengucapkan kata kata itu.
"Ya... mbak Via yang bisa menilai, tapi mbak Via juga yang bisa merubah suaminya mbak Via... mungkin nanti dia juga sadar, mbak Via udah sepenuh hati menuruti perintahnya, juga menjadi istri yang baik, aku percaya suaminya mbak Via pasti senang dan berterima kasih saat mbak Via pulang", Via tiba tiba menangis, membuat Iwan bingung,
"hiks... mas Iwan..." Iwan mulai bingung, akhirnya ia memilih mengelus rambut lurus Via itu, sambil menenangkan perempuan baik itu.
"Sudah mbak, jangan nangis, nanti aku yang dimarahin suaminya mbak Via kalau ketahuan bikin kamu nangis..." Via beberapa menit kemudian sudah berhenti menangis, lalu perempuan itu menyeka air matanya, lalu tersenyum memandang Iwan.
"Makasih mas Iwan...",
"iya mbak Via..." Iwan senang Via sudah berhenti menangis, tapi sebenarnya pria itu juga ingin menangis lebih sedih dari pada Via.

Iwan baru tau Via sudah menikah, pupus harapan iwan menjadikan perempuan itu belahan jiwanya, hatinya porak poranda, namun ia memastikan tak menunjukan rasa kecewanya, ia ingin Via tak merasa sedih olehnya lagi.

"mm... ayo mas pulang...",
"pulang ke tempat aku jemput mbak Via itu?",
"iya, dideket sana aku ngekost",
"ooh, iya deh mbak, mari..." Via kemudian segera bersama Iwan mengendarai motor.

iwan kini membonceng Via, yang berbeda kini via bersandar dipunggung Iwan, membuat Pria itu tersenyum lebar.

Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai.

"Sudah sampai mbak",
"mm... iya mas, mas iwan, aku boleh minta satu permintaan lagi?",
"apa itu mbak?", "m.. mas Iwan kekostku sebentar dong...", "ooh, mau packing ya mbak buat pulang besok?", "eh..mm... iya itu... iya..." Via tak seperti biasanya, sedikit malu malu.
"ya udah mbak mari..." Iwan lalu berjalan bersama Via menuju tempat kost perempuan cantik itu.

Setelah sampai, terlihat seorang perempuan duduk didepan rumah kost itu.

"wah mbak via, tumben, itu siapa?",
"Ini suami saya bu, mas kenalin itu ibu kostku..." Iwan kaget seketika, Via mengatakan bahwa Iwan itu suaminya.
" Gak salah pilih istri kamu mas, mbak Via ini baiiik banget emang...",
"hehe, i...iya bu...",
"bu... saya besok mau pulang, jadi suami saya ini nyusul, mau packing, sekalian besok pagi pulang",
"jadi udah selesai ngekostnya ini mbak?",
"iya bu",
"wah, kalau gitu saya ucapkan selamat jalan, juga terima kasih, sudah ngekost dirumah ini",
"iya bu, mm... bu..." Via tiba tiba mendekati pemilik kost itu, lalu berbisik bisik, membuat Iwan makin bingung.
"oooh! wah, bagus itu, silahkan saja, gak perlu malu, hahaha, mas ini namanya siapa?",
"saya Iwan bu",
"mas Iwan jangan keras keras ya nanti, kalau terdengar kekamar, nanti saya bisa bingung, haha",
"oh, itu... iya bu..." Iwan masih bingung apa yang dimaksud orang itu.
"Mari bu..." Via meraih tangan iwan dan menariknya masuk kerumah itu.

Iwan lalu sudah bersama Via didepan suatu kamar, setelah kamar dibuka, Iwan dan Via masuk, terlihat Via sudah selesai packing, juga sudah ada pakaian yang disiapkan untuk esok hari.

"mm... mbak Via, ini sudah selesai packingnya...",
"iya emang mas..." Via lalu mengajak iwan duduk dikasur dikamar itu, sambil tersenyum memandangi Iwan.
"mm... kalau udah saya balik aj...mmh!" Via tiba tiba mencium Iwan, membuat Pria itu kaget sekali.
"mm...mas Iwan...cup...mm" Cumbuan Via begitu nikmat, baru pertama kalinya iwan bisa merasakan kecupan manis perempuan.
"mm... mbak Via.. bentar" Iwan menghentikan cumbuan via, meski ia sebenarnya sangat menyukai momen itu.

Via lalu mendekati iwan dan berbisik padanya,

"mas iwan, malam ini jadi suaminya Via ya, aku mau tidur bareng mas Iwan...." iwan seperti terbang melayang mendengar bisikan indah Via itu.
"yang bener ah mbak...",
"sst... kalau ndak... via gak pulang, sebelum mas iwan mau..." iwan hatinya terenyuh, ia bingung, rasa hatinya yang senang itu tak bisa ia bendung lagi.

Iwan langsung memeluk Via, sungguh ia tak kuasa menahan rasa,

"Via, aku... sebenarnya, sungguh mencintaimu, andai kita kan bisa selalu bersama...",
"mas... Via tau kok, Via juga begitu, tapi mas Iwan tau kan...",
"iya... aku... aku...",
"makanya, malam ini, aku padamu mas... kita ciptakan malam paling indah... iya..." Iwan menghentikan pelukannya, lalu Via menyeka air mata yang belum sempat menetes diwajah Iwan.

Sungguh iwan bahagia, ia pastikan momen terakhir ini tak akan sia sia.

"Via...cup...mmm" kini iwan yang mencium perempuan itu duluan, dan Via tampak membalasnya juga.

Iwan mulai merasakan nikmatnya bercumbu, bibir via begitu nikmat untuk dicium.
"cup...mm...cup..." Via juga begitu semangat, perempuan itu ingin memastikan Iwan tak kecewa. Via sambil terus bercumbu, ia melepas baju yang dipakai Iwan.
"m...cup...ooh", "cup... mas... bukain bajuku dong..." Iwan mengikuti kemauan Via, ia melepas baju yang dikenakan via itu, lalu juga melepas bh yang dipakainya. Iwan kemudian terkesima seketika, ketika melihat Via telanjang dada.

kulitnya putih mulus, lalu buah dada milik Via itu juga membuat Iwan mulai terangsang. Iwan menggerakkan tangannya, jari jarinya kini sudah sibuk mengelus tubuh mulus Via itu. Iwan menggelengkan kepalanya, memang ia sungguh beruntung. jarinya merasakan lembut dan mulusnya kulit perempuan cantik itu.

"aahn... mas iwan..." Via menangkap tangan iwan, lalu ditarik dan diletakkan dibuah dada milik perempuan itu.

Iwan mengerti, dan segera ia mengelus gundukan kenyal itu. Pengalaman iwan sungguh mengesankan, buah dada kenyal itu tak bisa berhenti ia sentuh,

"Via, kamu memang bidadari...mm..cup..." Iwan mendekatkan kepalanya, lalu dengan segera sudah mencium buah dada Via, ia juga menjulurkan lidahnya, menjilati gundukan terindah itu.
"Aaahn...ooh...mmmh" Via mendesah kecil, perempuan itu ingin memastikan malam itu berkesan.

Iwan yang kini sibuk menjilat dan mencium puting coklat muda milik Via itu, pria itu sadar penisnya juga sudah tegak dicelananya.

"Aahn...mas Iwan, hmmh" Via kemudian duduk, dan ia meminta Iwan kini yang tiduran dikasur.

perempuan cantik itu kini membuka celana Iwan, dan penis tegak pria itu sudah tegak berdiri tanpa halangan. Via menangkap penis Iwan, lalu mulai dikocok perlahan. gerakan tangan Via mengocok penis iwan setiap gesekannya memberikan sensasi ternikmat yang membuat Iwan geleng geleng gembira.

"oooh...via...mmmh", "gimana, Iwan sayang? hmm?", mendengar kata sayang, Iwan jadi makin senang, penisnya jadi makin tegang.

Via yang tadi sibuk mengocok penis iwan, kini membuka mulutnya, lalu lidahnya yang menjulur keluar itu kini sibuk bergerak menjilati kepala penis tegak milik Iwan. Geli yang begitu nikmat itu membuat Iwan tak kuasa menahan kegembiraanya, senyumnya begitu lebar.

"ooh...wow... uuh",
"hehe, enak kan mas?... oohmmh" Via memasukan penis Iwan kemulutnya, kini penis tegak berdenyut itu asyik dikulum oleh Via, kepala perempuan itu naik turun, mengoral penis Iwan dengan penuh kenikmatan.

Via sesekali mengangkat rambut panjangnya yang berayun turun karena gerakan kepalanya. Kenikmatan luar biasa yang dirasakan Iwan itu tak pernah terbayang, sungguh Iwan merasa beruntung. beberapa menit kemudian, Iwan tampak sudah tak kuat, ia sudah klimaks,

"Via... aduh...aku...mmh!" Croot croot croot Sperma menyembur dari penis Iwan, mengisi mulut Via itu.
"hnnmh!" mmh...gleeg...uhuk uhuk...hmmh" Via menelan sperma Iwan seketika.

Via lalu merebahkan tubuhnya, sambil perlahan melepas roknya, juga celana dalamnya, Iwan kemudian segera terbelalak matanya, ketika melihat vagina basah milik Via, yang dihiasi bulu bulu halus diatas lubang surgawi itu.

"mas Iwan... hehe..." Via tersenyum, menggoda Iwan, tentu Iwan sudah tak bisa menolak keindahan didepan matanya itu.

Iwan lalu mendekati Via, Pria itu lalu mengelus kedua paha mulus milik Via,

"Via... memang kamu perempuan tercantik didunia...mm...cup..." Iwan kini sudah menciumi paha mulus itu, ciumannya terus menjalar, dan segera berhenti dibibir vagina via.

Kini pria itu menjulurkan lidahnya, menjilati pintu masuk diselangkangan Via itu.

"aahn...ooh... mas...hnnh..." Via mulai merasakan geliat nikmat lidah Iwan divaginanya, begitu geli dan sangat nikmat.

Iwan sudah mulai merasakan cairan didalam vagina itu, sesekali ia hisap, merasakan nikmatnya adegan itu.

"slruup...mm...cup..mm...slruup" Via sesekali menggerakan tubuhnya seperti orang kaget, sambil mendesah, "hmmh...ah...ah...hnnh...uuh" Beberapa kali di oral vaginanya, Via ternyata masturbasi, cruut cruut, cairan mengalir deras dari dalam vagina itu, Iwan yang kagum itu segera menghisap hebat vagina Via.
"hmm!... slruup...slruup...mm...slruup...mm... aah",
"aahn...ouh...mmmf... mas Iwan...ouh" Iwan begitu puas, aksinya sangat menggairahkan.
"Mas Iwan, ayo mas, dimasukin...", Iwan mengambil ancang ancang, penisnya kini sudah tepat bersedia dipintu masuk pintu surgawi milik via.
"Via... meski ku tak bisa memilikimu selamanya, aku sudah bahagia...oooh!" Sleeb, Penis tegak Iwan itu sudah mulai masuk kedalam vagina Via, membuat perempuan cantik itu mengerang,
"Aaaahn!... mas Iwan...ooouuhn",
"via... kamu gak papa kan?", "hnnh... iya mas, ayo mas, puasin aku...oooh" Iwan mulai merasakan denyut hebat dinding vagina Via menyelimuti penisnya.

Sambil memandang wajah cantik Via, Kini iwan menggesek penisnya maju mundur perlahan, segera sensasi nikmat itu membuat Iwan dan Via mendesah keenakan. Sambil terus bergerak, Iwan terus memandang Via, yang juga memandangnya dengan penuh gairah, sungguh Iwan sangat bahagia. Kini iwan menyetubuhi Via, Istri seorang penagih hutang.

"oooh, Via... bidadariku...",
"aahn...ssh...mmh...ouh...hnnh" Iwan kini menyodok vagina Via dengan interval yang terus naik, bunyi tabrakan tubuhnya dengan via mulai meramaikan suasana kamar kost itu.

Dorongannya menusuk Via membuat tubuh perempuan cantik itu ikut bergoyang, buah dada menggairahkan milik via juga ikut bergoyang, dan tak lama kini sudah ditangkap oleh iwan, untuk meningkatkan kenikmatan bersetubuh itu.

"ooh...aahn...mas Iwan...uuh..." Iwan kemudian merangkul Via, setelah itu membopong perempuan cantik itu, kini iwan tinggal mengangkat dan menurunkan tubuh mulus Via, dan penisnya sudah dengan otomatis mempenetrasi vagina perempuan itu.
"oouh... aahn... belum pernah ngeseks posisi gini mas...ouh... luar biasa..." mendengar pujian itu, Iwan makin semangat, kedua tangannya dengan kuat mengangkat dan menurunkan tubuh perempuan cantik itu, dan penis tegaknya menusuk vagina Via dengan begitu cepat dan nikmat, Via memeluk erat tukang ojek itu, perempuan itu sungguh heran dan bangga mempercayai Iwan memuaskan hasrat seksnya malam itu.

"ooh...cup...hmmh...Iwan...cup..mm" Via sesekali mencium Iwan, sambil terus mendesah, iwan membalasnya dengan penuh nafsu.

Beberapa menit mereka terus asyik bersetubuh, malam itu memang menjadi malam terindah bagi mereka.

"ooh... Via... aku mau keluar lagi...",
"aaahn...ooh, hnnh..." Iwan mengangkat tubuh Via, dan penis Iwan yang tegak itu terlepas dari vagina Via.

Via lalu memeluk erat Iwan, lalu mencium pria itu.

"mm..cup..mm... makasih Iwan...oh!" Crooot croot croot, Sperma menyembur dari penis iwan, membasahi tembok kamar kost itu.

Setelah itu, Iwan dan Via yang puas bersetubuh itu merebahkan tubuh mereka dikasur.

"Via, kamu memang cantik, baik dan juga luar biasa mempesona... terima kasih...",
"terima kasih juga Iwan, malam ini memang malam yang indah, hehe" Mereka tersenyum lega, lalu menyudahi aksi mereka dengan pelukan hangat.

Iwan dan Via kemudian tertidur bersama dikamar itu. Mereka berdua sudah lega, meluapkan rasa yang sempat ada dihati mereka.

Esok paginya, Via dan Iwan sudah bangun, mereka sudah berpakaian lagi, dan Iwan kini membantu Via mengangkat barang barangnya keluar kost. Setelah itu mereka berpamitan,

"Terima kasih bu...",
"iya, hati hati ya..." Iwan dan Via kini sudah naik dimotor yang sering mereka kendarai, namun kini sambil membawa banyak barang.

Iwan mengantar Via menuju stasiun kereta. Setelah sampai disana, Via tinggal menunjukan tiket, dan sudah siap untuk pergi pulang kekotanya. Via kemudian memeluk Iwan, sebagai tanda perpisahan.

"mas Iwan, terima kasih ya, aku percaya, mas Iwan orang terbaik yang pernah via temui",
"begitu juga aku, kamu adalah perempuan yang baik, semoga... kamu bisa tetap bersemangat menjalani hidupmu...",
"iya, terima kasih mas Iwan, sampai jumpa..." Via kemudian membawa barang bawaanya masuk kekereta, dan setelah melambaikan tangan, senyum perpisahan diwajah iwan dan Via segera berlalu setelah kereta listrik sudah berderu pergi meninggal kan stasiun.

Iwan kemudian langsung menuju pangkalan ojeknya, menunggu penumpang lagi.

"Wan, tumben baru dateng",
"iya, tadi ada urusan, haha",
"ceria amat wan, sekarang aku yang jadi kurang semangat ngojek, huuh",
"loh, jangan putus asa, rejeki udah ada yang ngatur...",
"itu kalimatku dulu, haha", "nah, itu tau, udah, semangat semangat, Hidup memang tak bisa ditebak". Iwan sudah merelakan via pergi.

Kini ia memilih tetap bekerja menjadi tukang ojek, seperti apa masa depan nanti, ia siap menjalani hidupnya sampai nanti dunia menghentikan langkah kakinya.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi, Foto Bugil, Foto Hot 2016 dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru