Sabtu, 05 Maret 2016

Cerita Sex 2016: Pagi yang Indah

Orisex web dewasa yang berisikan cerita sex hot , Foto Hot 2016, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa "Cerita Sex 2016: Pagi yang Indah"  

Cerita Sex 2016: Pagi yang Indah - Ist


Foto Sex Hot 2016 | Aku seorang wanita karir yang cukup mapan, boleh dibilang karirku sudah mencapai tingkat tertinggi dari yang pernah kuimpikan. Tahun lalu aku memutuskan keluar dari pekerjaanku yang sangat baik itu, aku ingin memperbaiki rumah tanggaku yang berantakan karena selama 4 tahun ini aku dan suami tidak pernah berhubungan dengan baik sehingga kami masing-masing memiliki kegiatan di luar rumah sendiri-sendiri.

Anak kami satu-satunya sekolah di luar kota, kesempatan untuk berkomunikasi semakin sedikit sampai akhirnya kuputuskan untuk memulai lagi hubungan dengan suamiku dari awal lagi. Tapi apa boleh buat semua malah jadi berantakan, suamiku memilih untuk bercerai ketika aku sudah keluar dari karirku selama 6 bulan. Aku tak dapat menyalahkannya karena akupun tidak begitu semangat lagi setelah mengetahui dia mempunyai wanita simpanan, dan itu juga bukan salahnya maupun salahku. Kupikir itu adalah takdir yang harus kujalani.

Sekarang usiaku sudah menginjak 37 tahun dan aku tidak pernah bermimpi untuk menikah lagi, sehari-hari aku lebih banyak mobilling dengan teman, kadang-kadamg kami shoping untuk membunuh waktu belaka.

Sejak satu bulan yang lalu aku membiarkan salah seorang keponakanku untuk tinggal di rumahku, aku tergerak menolong orang tuanya yang mempunyai ekonomi pas-pasan sehingga untuk kost tentu memerlukan biaya yang mahal, sedangkan untuk bayar sekolah saja mereka sudah bekerja mati-matian.

Keponakanku bernama rosi, umurnya baru 14 tahun, kubiarkan ia tinggal di salah satu kamar di lantai 2. rosi sangat sopan dan tahu diri, jadi kupikir sangat menguntungkan ada seseorang yang dapat menjaga rumahku sewaktu aku dan teman-teman keluar. Tapi ternyata rosi membawa berkah yang lain.

Pagi itu aku segan sekali bangun dari tempat tidur, baru kemarin malam aku kembali dari kairo dan kebetulan hari itu adalah hari minggu, sehingga aku memutuskan akan tidur sepuas mungkin, semua pembatu libur pada hari minggu, mereka boleh kemana saja, aku tidak peduli asal jangan menganggu tidurku.

Aku tergolek saja di ranjang, baju gamisku terbuat dari sutera tipis berwarna putih, kupandangi tubuhku yang mulai gempal, kupikir aku harus mulai senam lagi. Kulihat jam menunjukkan angka 8. Ah biarlah aku ingin tidur lagi, jadi aku mulai terkantuk-kantuk lagi. Tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki di depan pintu, lalu terdengar ketukan, aku diam saja, mungkin salah seorang pembantu ingin mengacau tidurku.

“bu de..”, ooh ternyata suara rosi. Mau apa dia? Aku masih diam tak menjawab, kubalikkan badanku sehingga aku tidur telentang, kupejamkan mataku, kedua tangan kumasukkan ke bawah bantal.

Ketukan di pintu berulang lagi disertai panggilan.

“Persetan!”, pikirku sambil terus memejamkan mata.

Tak lama kemudian aku kaget sendiri mendengar pegangan pintu diputar, kulirik sedikit melalui sudut mataku, kulihat pintu bergerak membuka pelan, lalu muncul kepala rosi memandang ke arahku, aku pura-pura tidur, aku tak mau diganggu.

“bu de…?”, Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat.

Beberapa saat aku tidak mendengar apapun, tapi tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku.

Kuintip melalui sudut mata, astaga ternyata rosi sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gamisku, aku lupa sedang mengenakan baju tidur yang tipis apalagi dengan tidur telentang pula.

Hatiku jadi berdebar-debar, kulihat rosi menelan ludah, pelan-pelan tangannya mengusap betisku, hatiku makin berdebar tak karuan. Mau apa dia? Tapi aku terus pura-pura tidur.

“bu de…”, Suara rosi terdengar keras, kupikir ia sedang ingin memastikan apakah tidurku betul-betul nyenyak atau tidak.

Kuputuskan untuk terus pura-pura tidur. Kemudian kurasakan gaun tidurku tersingkap sedikit, lalu kurasakan tangan rosi mengelus lututku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tenang agar pemuda itu tidak curiga.

Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus telapak kakiku. karena tangan kumasukkan bawah bantal jadi tentu saja dadaku terangkat. Kuintip lagi…, aduhhh wajah remaja itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin dia masih belum tahu aku pura-pura tidur, kuatur napas selembut mungkin. Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang akan dilakukannya terhadap tubuhku.

Tak lama kemudian kurasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu kurasakan buah dadaku mulai diremas-remas, dari balik jilbab aku merasakan seperti ada yg sedang bergolak di dalam tubuhku, sudah lama aku tidak merasakan sentuhan laki-laki. Sekarang aku sangat merindukan seorang pria, aku memutuskan terus diam sampai saatnya tiba.

Sekarang tangan rosi sedang berusaha membuka kancing baju bagian atas, tak lama kemudian kurasakan tangan remaja itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti malah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam. Kurasakan tangannya gemetar ketika memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat rosi mendekatkan wajahnya kearah buah dadaku, lalu ia menjilat-jilat payudaraku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan gigitan-gigitan kecilnya, aku terus bertahan.

Kulirik payudaraku yang berwarna kuning mulus sudah berkilat oleh air liurnya, perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali. lidahnya terus menyila-jilat susuku disertai dengan gigitan-gigitan kecil, tangan kanan rosi mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yg masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah atau belum, yang jelas jari-jari rosi menekan-nekan lubang vaginaku dari luar baju gamis, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam, jantungku berdebar keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku.

Jari-jari rosi sedang berusaha menyelinap celana dalamku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.

“rosi!!! Ngapain kamu?”, Aku berusaha bangun duduk, tapi kedua tangan rosi menekan pundakku dengan keras.

Tiba-tiba rosi mencium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak, kukerahkan seluruh tenagaku, tapi rosi makin keras menekan pundakku, malah pemuda itu sekarang menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditekan oleh tubuhnya yang besar. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, aku pura-pura menolak.

“bu de…, maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya bu de” rosi melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.
“Kamu kan bisa dengan teman-teman kamu yang masih muda. bu de kan sudah tua” Ujarku lembut.
“Tapi saya sudah tergila-gila dengan bu de…, saya akan memuaskan bu de sepuas-puasnya”, Jawab rosi.
“Ah kamu…, ya sudahlah terserah kamu sajalah”, Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tak tahan ingin dijamah olehnya.

Kemudian rosi melepaskan kancing baju gamisku, sehingga terbukalah bagian atas tubuhku mata rosi makin terbelalak ketika melihat gundukan kembar payudaraku yang kuning mulus hanya tertutup bra satu tangannya meraba turun hingga pinggangku berputar-putar lalu turun lagi kepantatku yang masih bulat meremas-remas dan

" auhchhc setttt" rosi melanjutkan menjilati susuku
" aduchhh ahhhhhh hufftttttt"

Lalu rosi melepaskan pakaiannya, sehingga aku bisa melihat penisnya yang belum besar, penis itu sudah menegang keras. rosi mendekat ke arahku.

“bu de diam saja ya”, Kata rosi.

Aku diam sambil berbaring telentang, kemudian rosie mulai menciumi wajahku, telingaku dijilatinya, aku mengerang-erang, kemudian leherku dijilat juga, sementara tangannya meremas buah dadaku dengan lembut.

Tak lama kemudian rosi merenggangkan kedua pahaku, lalu kepalanya menyusup ke selangkanganku. vaginaku yang masih tertutup CD dijilat dan dihisap-hisapnya, aku menggeliat-geliat menahan rasa nikmat yang luar biasa.

Lalu rosi menarik CD-ku sampai copot, kedua kakiku diangkatnya sampai pinggulku juga terangkat, sehingga tubuhku menekuk, kulihat vaginaku yang berbulu tipis itu mengarah ke wajahku, punggungku agak sakit, tapi kutahan, aku ingin tahu apa yang  dilakukannya.

Kemudian rosi mulai menjilati vaginaku, kulihat lidahnya terjulur menyibak bulu vaginaku, lalu menyusup ke belahan bibir vaginaku, aku merintih keras, nikmat sekali, clitorisku dihisap-hisapnya, kurasakan lidahnya menjulur masuk ke dalam lubang vaginaku, mulutnya sudah bergelimang lendirku, aku terangsang sekali melihat kelahapan remaja itu menikmati vaginaku, padahal kupikir vaginaku sudah tidak menarik lagi.

“Enak rosi? Bau kan?”, Bisikku sambil terus melihatnya melahap lubangku.
“Enak sekali bu de, saya suka sekali baunya”, Jawab rosi, aku makin terangsang.

Tak lama aku merasakan puncaknya ketika rosi makin dalam memasukkan lidahnya ke dalam vaginaku.

“rosi…, aaaaaa…, eeenaaaakk” Kurasakan tubuhku ngilu semua ketika mencapai orgasme, rosi terus menyusupkan lidahnya keluar masuk vaginaku.

Kuremas-remas dan kugaruk-garuk rambut rosi. Kemudian kulihat rosi mulai menjilat lubang pantatku, aku kegelian, tapi rosi tidak peduli, ia berusaha membuka lubang pantatku, aku mengerahkan tenaga seperti sedang buang air sehingga kulihat lidah rosi berhasil menyusup kesela lubang pantatku, aku mulai merasakan kenikmatan bercampur geli.

“Terus rosi…, aduuch nikmat banget, geli…, terussssttt…, aucchh…”,

Aku mengerang-erang, rosi terus menusukkan lidahnya ke dalam lubang pantatku, kadang-kadang jarinya dimasukkan ke dalam lalu dikeluarkan lagi untuk dijilat sambil memandangku.

“Enak? nikmat yach?”.
“Enak bu de…, nikmat kok”, Jawab rosi, tak lama kemudian aku kembali orgasme, aku tahu lendir vaginaku sudah membanjir.

Kucoba meraih rosi, tapi sulit sekali. Aku merasa kebelet ingin pipis, tiba-tiba tanpa dapat kutahan air kencingku memancar sedikit, aku mencoba menahannya.

“Aduh rosi…, nggak tahan mau pipis dulu” Aku ingin bangun tapi kulihat rosi langsung menjilat air kencingku yang berwarna agak kuning.

Gila! Aku berusaha menghindar, tapi ia malah menyurukkan seluruh mulutnya ke dalam vaginaku.

“aa…, jangan ros…, jangan dijilat, itu kan pipis bu de”, Aku bangun berjalan ke kamar mandi, kulihat rosi mengikutiku.

“bu de pipis dulu, rosi jangan ikut ah…, malu”, Kataku sambil menutup pintu kamar mandi, tapi rosi menahan dan ikut masuk.
“Saya ingin lihat bu de”.
“Terserah deh”.
“Saya ingin merasakan air pipis bu de”, Aku tersentak.
“Gila kamu? Masak air pipis mau…”, Belum habis ucapanku, rosi sudah telentang di atas lantai kamar mandiku.
“ayo bu de…”, Hatiku berdebar, aku belum pernah merasakan bagaimana mengencingi orang, siapa yang mau? Eh sekarang ada yang memohon untuk dikencingi.

Akhirnya kuputuskan untuk mencoba.

“Terserah kamu…” Jawabku, lalu aku berdiri diantara kepalanya, dan kemudian pelan-pelan aku jongkok di atas wajahnya, kurasakan vaginaku menyentuh hidungnya. rosi menekan pinggulku sehingga hidungnya amblas ke dalam vaginaku, aku tak peduli, kugosok-gosok vaginaku di sana, aduchh... aghhhrr settt seettt hahhh achhhhhhhhhhhhhhhh yacchhhhhh dan sensasinya luar biasa, kemudian lidahnya mulai menjulur lalu menjilati lubang pantatku lagi, sementara aku sudah tidak tahan.

“Aduchhh…,achhh aaaaa huuuuuffffffffttttttttttttttt mau keluar”
"srerrrrttttttttttt........"rosi memejamkan matanya.

Kuarahkan lubang vaginaku ke mulutnya, kukuakkan bibir vaginaku supaya air kencingku tidak memencar, kulihat rosi menjulurkan lidahnya menjilati bibir vaginaku, lalu memancarlah air kencingku dengan sangat deras, semuanya masuk ke dalam mulut rosi, sebagian besar keluar lagi.

Tiba-tiba rosi menusuk vaginaku dengan jarinya sehingga kencingku tertahan seketika, kenikmatan yang luar biasa kurasakan ketika "ochhhh" kencingku tertahan, lalu vaginaku ditusuk terus keluar masuk dengan jarinya.

Kira-kira 1 menit kurasakan kencingku kembali memancar dashyat, sambil pipis sambil kugosok gosokkan vaginaku ke seluruh wajah rosi. remaja itu masih memejamkan matanya. Akhirnya kulihat kencingku habis, yang keluar cuma tetes tersisa disertai lendir bening keputihan menjuntai masuk ke dalam mulut remaja itu, dan rosi menjilat serta menghisap habis.

Aku juga tak tahan, kucium mulut rosi dengan lahap, kurasakan lendirku sedikit asin, kuraih rosi, kurasakan rosi sedang mencelucupi vaginaku sambil mengocok lubang pantatku.

Tak lama kemudian kurasakan tubuh rosi menegang lalu ia menjerit keras. penisnya menyemburkan air mani panas yang banyak sekali.aku seperti meregang nyawa, tubuhku berliuk-liuk disertai erangan-erangan keras.

Setelah beberapa lama, akhirnya tubuhku agak melemas, tapi terus kuhisap.

“bu de mau coba ?” Aku ingin menolak, tapi kupikir itu tidak adil.
“Ya deh… Tapi sedikit aja” Jawabku. Kemudian rosi berlutut di lantai lalu kedua tangannya mengangkat kepalaku sehingga Kujilat-jilat kepala yang masih berlendir.

Tak lama kemudian air pipis rosi menyembur terasa panas dan asin,Kupejamkan mataku, yang kurasakan kemudian rosi memukul-mukulkan penisnya ke vagina dan pahaku. Setelah rosi kembali menyedot putingnya sambil meremas juga. Kira-kira 2 menit penis rosi mulai tegang kembali, keras seperti kayu. rosi lalu mengarahkan penisnya ke vaginaku, kutuntun penis itu masuk ke dalam vaginaku. "blest aduch aducccchhhhh ahhhhhrrrr enakkkkk"

Kemudian pemuda itu mulai memompa penisnya ke dalam vaginaku.

" achhh huuuufttttttt... haaaaachhhhh terussstt sefttt hessssss"

Aku merasakan kenikmatan yang bukan main setiap penis itu dicabut lalu ditusuk lagi. Kadang rosi mencabut penisnya lalu memasukkannya lagi dengan hentakan keras

" ach akhhh hooooo ochhhhhhhhhhhhhh", kemudian kurasakan pemuda itu berusaha menusuk masuk ke dalam lubang pantatku.

“Pelan-pelan…, sakit” Kataku, kemudian kurasakan penis itu menerobos pelan masuk ke dalam lubang pantatku, sakit sekali, tapi diantara rasa sakit itu ada rasa nikmatnya.

Kucoba menikmati, lama-lama aku yang keenakan, sudah 3 kali aku mencapai orgasme, sedangkan rosi masih terus bergantian menusuk vagina atau pantatku. Tubuh kami sudah berkubang keringat, kulihat lantai kamar mandiku yang tadinya kering, sekarang basah semua.

“aakkhh…, bu de, bu de…, aa” rosi merengek-rengek sambil memompa terus penisnya di dalam lubang pantatku.

Dengan sigap aku bangun lalu secepat kilat kumasukkan penisnya ke dalam vaginaku, kugoyang penis itu sampai akhirnya menyemburlah cairan kenikmatan dari penis rosi disertai jeritan panjang, untung tidak ada orang dirumah.

Air maninya menyembur banyak sekali, sebagian masuk divaginaku sebagian lagi tumpah di pahaku sehingga seluruh pahaku berlumuran air mani remaja itu.

Kemudian rosi menggosok penisnya ke belahan pantatku, lalu kami berpelukan erat sambil bergulingan di lantai kamar mandi. Kepuasan yang kudapat hari itu benar-benar sangat berarti. Aku makin sayang dengan rosi. Ada saja sensasi dan cara baru setiap kali kami bercinta.

***
  
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru sex foto hot 2016

Related Posts

Cerita Sex 2016: Pagi yang Indah
4/ 5
Oleh